Kamis, 14 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Nasional

Nadiem Makarim Langsung Jalani Operasi Setelah Dituntut 18 Tahun

Nadiem Makarim mengaku akan langsung menjalani operasi setelah dituntut 18 tahun.

Tayang:
Penulis: Sof | Editor: M Syofri Kurniawan
ISTIMEWA
NADIEM MAKARIM: Mantan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim, mengaku akan langsung menjalani operasi usai dituntut 18 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (13/5/2026). (ISTIMEWA) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim, dituntut 18 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (13/5/2026). 

Nadiem Makarim mengaku akan langsung menjalani operasi setelah sidang tuntutan.

“Saya malam ini akan menjalani operasi. Saya sedih, saya kecewa, keluarga saya sangat terpukul dengan (tuntutan),” kata Nadiem, sambil terisak usai sidang pembacaan tuntutan. 

Baca juga: Nadiem Makarim: Tak Ada Sepeser pun Masuk ke Kantong Saya

Nadiem mengaku tidak mengetahui cara menggambarkan perasaannya atas proses hukum yang sedang dijalani.

Ia mengatakan, kondisi kesehatannya membuat dirinya harus segera menjalani tindakan operasi.

“Tapi, saya harus menjalani operasi malam ini, karena kalau tidak akan semakin parah berdampak bagi saya,” ujar dia.

Setelah menjalani operasi, sidang kembali akan digelar pada Selasa (2/6/2026), dengan agenda pembelaan.

Dalam kesempatan itu, Nadiem meminta doa kepada masyarakat Indonesia, termasuk untuk eks konsultan teknologi Kemendikbudristek, Ibrahim Arief alias Ibam.

Ia juga menyebut dirinya berdiri untuk mereka yang menurutnya mengalami ketidakadilan hukum.

“Saya berdiri di sini untuk mereka juga, bukan cuma saya. Jadi, mohon doanya,” kata Nadiem.

Nadiem turut menyampaikan terima kasih kepada sejumlah pihak yang terus memberikan dukungan kepadanya selama proses persidangan berlangsung.

Ia mengaku tidak merasa sendirian menghadapi perkara tersebut.

“Saya tidak merasa sendiri berdiri di sini karena ada kalian,” kata Nadiem.

Menurut dia, dukungan masyarakat membuat dirinya tetap kuat menjalani proses hukum.

“Saya merasa bahu saya dipegang sama semua orang-orang yang berada bagian dari perjuangan kita sebelum ini. Jadi, terima kasih, saya berdiri di situ sendiri tapi saya tidak merasa sendiri. Jadi terima kasih atas dukungan negara ini,” ujar dia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved