Breaking News
Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Komplotan Jambret Tertangkap Setelah Beraksi 120 Kali, Polisi Kejar 5 Buronan Bersenjata Api

Komplotan penjambret yang merampas ponsel milik WNA asal Italia di kawasan Bundaran HI diringkus polisi.

Tayang:
Penulis: Sof | Editor: M Syofri Kurniawan
Kompas.com
TANGKAP KOMPLOTAN BEGAL: Satgas Pemburu Begal Polda Metro Jaya menangkap delapan orang tersangka komplotan pencurian dengan kekerasan atau begal yang terjadi di sejumlah wilayah Jakarta, Senin (18/5/2026). (KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Polisi membekuk komplotan penjambret yang merampas ponsel milik Warga Negara Asing (WNA) asal Italia di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. 

Komplotan tersebut ternyata telah beraksi sebanyak 120 kali. 

Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin  mengungkapkan, pengakuan tersebut didapatkan usai penyidik melakukan pemeriksaan awal terhadap para pelaku yang baru saja diringkus.

Baca juga: Turis Jerman Jadi Korban Jambret, Ponsel Disambar saat Hendak Nyeberang Jalan

"Yang bersangkutan (komplotan penjambret) tadi berdasarkan interview sementara dari tiga tersangka sudah melakukan 120 kejadian atau 120 TKP. Kami sedang mengompulir untuk seluruh tempat kejadian perkara yang pernah dilakukan oleh para tersangka tersebut," ujar Iman kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (18/5/2026) malam.

Selama beraksi hingga 120 kali, komplotan ini tercatat tidak hanya menyasar warga lokal, melainkan juga turis mancanegara.

"Dari 120 kasus, empat di antaranya korbannya adalah warga negara asing. Ada yang dari Malaysia, kemudian Jerman, kemudian Tiongkok, sama Italia," kata Iman.

Iman menjelaskan, tiga tersangka dari komplotan Bundaran HI ini merupakan bagian dari total delapan pelaku pencurian dengan kekerasan yang ditangkap dalam operasi malam ini.

Delapan pelaku itu merupakan sosok yang beraksi melakukan kejahatan jalanan di sejumlah titik, mulai dari kawasan Patung Kuda dan Cideng di Jakarta Pusat, Gandaria di Jakarta Selatan, hingga wilayah Kebon Jeruk di Jakarta Barat.

Namun untuk kasus Bundaran HI, polisi masih memburu satu pelaku lain yang masih buron dan diduga bersenjata api.

Para pelaku ini dibekuk di tiga lokasi persembunyian yang berbeda, yaitu di Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Bekasi.

Ditembak

Dalam proses penggerebekan, petugas terpaksa melepaskan tembakan timah panas kepada beberapa tersangka di bagian kaki.

Hal ini dilakukan lantaran mereka menolak menyerah kemudian melawan petugas dan berupaya kabur saat proses penangkapan.

"Dikarenakan di antara para pelaku itu ada yang mencoba melakukan perlawanan dan melarikan diri, maka kami melakukan tindakan tegas dan terukur," tutur Iman.

Meski demikian, Iman memastikan bahwa tindakan pelumpuhan tersebut dilakukan demi keamanan publik dan tetap menjunjung tinggi asas kemanusiaan dan keselamatan para tersangka.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved