Tribunjateng Hari ini
Feri Sebut Kecelakaan SMPN 2 Brangsong sebagai Force Majeure
Kepala Disdikbud Kendal, Ferinando Rad Bonay menyebut, kecelakaan bus dari SMPN 2 Brangsong itu merupakan force majeure.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay, mengonfirmasi kecelakaan yang menimpa rombongan siswa dan guru SMPN 2 Brangsong di Tol Cipali.
"Outing class ya, bukan study tour. Memang ada 5 siswa dan 2 guru pendamping yang mengalami luka-luka dari kejadian itu," kata Ferinado kepada Tribun Jateng, Selasa (19/5/2026).
Menurut Ferinando, outing class merupakan metode pembelajaran luar ruangan yang bertujuan memberi pengalaman langsung kepada siswa agar teori di kelas lebih mudah dipahami.
Kegiatan semacam itu harus dirancang sejak awal tahun pembelajaran dan diketahui seluruh orang tua siswa.
Selain itu, Ferinando menegaskan, outing class tidak boleh sekadar menjadi agenda wisata atau jalan-jalan sekolah.
“Jadi outing class itu bukan untuk tujuan wisata,” sambungnya.
Feri mengatakan, kecelakaan dialami oleh bus nomor 5.
Saat ini peserta telah kembali menyusul rombongan bus yang lain, untuk melanjutkan agenda outing class ke Bandung menggunakan bus pengganti.
Adapun ketujuh orang yang mengalami luka-luka, mereka juga tetap menyusul menggunakan minibus yang sudah disediakan biro.
"Dari pihak sekolah hanya ada korban luka ringan, dan sudah diobati bisa lanjut bergabung dengan rombongan yang lainnya," sambungnya.
Feri menerangkan, saat kejadian korban duduk berada di baris kursi depan sehingga langsung
terdampak akibat benturan keras ketika terjadi kecelakaan.
"Mungkin waktu itu (mereka) sudah tidur, terus terbentur kursi di depannya karena kecelakaan itu," tuturnya.
Sempat istirahat
Lebih lanjut, Feri menjelaskan, kecelakaan bermula saat bus rombongan siswa SMPN 2 Brangsong itu
melaju di Tol Cipali arah Bandung.
Menurut Feri, sebelum kecelakaan terjadi, rombongan bus sempat berhenti dan beristirahat di rest area wilayah Brebes sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju Jawa Barat.
| KPK Limpahkan Dua Berkas Perkara Sudewo ke Tahap Penuntutan |
|
|---|
| Tertangkap, Pembakar Mobil Ngaku Dendam pada Kades Hoho |
|
|---|
| Rahim Nilai Fasilitas Keselamatan Tak Memadai, PT KAI Tutup Perlintasan Plumbon yang Tak Ada Palang |
|
|---|
| Peduli Populasi Gajah Pacu Supardi Mantap Usaha Pipa Gading Tiruan, Bisa Pilih Rasa Sesuai Selera |
|
|---|
| Heri Black Irit Bicara Seusai Diperiksa KPK sebagai Saksi Kasus Bea Cukai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-Jateng-Hari-Ini-Rabu-20-Mei-2026.jpg)