Berita Regional
Anak Kembar Dirudapaksa Ayah Tiri Selama 3 Tahun, Baru Terungkap saat Salah Satunya Hamil
Selama ini, korban tak berani mengungkap kepahitan yang mereka alami karena ketakutan.
Penulis: Sof | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA - Di Surabaya, seorang ayah tiri merudapaksa dua anak perempuannya selama 3 tahun.
Kejahatan terbongkar setelah salah satu korban hamil.
Pelaku berinisial WRS (39) warga Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, ditangkap dan ditahan Anggota Ditres PPA-PPO Polda Jatim.
Baca juga: Ayah di Kendal Tega Cabuli Anak Hingga Melahirkan, Alasannya Jengkel Dicerai Istri
WRS sehari-hari bekerja sebagai montir bengkel rumahan.
WRS menikahi ibu kandung kedua korban yang berusia 49 tahun, sejak tahun 2017 silam.
Kedua korban, yang merupakan anak kembar, berusia 18 tahun.
Mereka kini masih duduk di bangku sekolah menengah atas.
Korban mengalami perlakuan tak manusiawi dari ayah tirinya sejak tahun 2023 atau saat masih duduk di bangku sekolah menengah pertama hingga tahun 2026 ini.
Ancaman pembunuhan
Selama ini, korban tak berani mengungkap kepahitan yang mereka alami karena ketakutan.
Ancaman bakal dibunuh oleh sang ayah tiri, membuat kedua korban memilih bungkam selama tiga tahun menahan luka.
Direktur Ditres PPA-PPO Polda Jatim Kombes Pol Ganis Setyaningrum mengatakan, pelaku kerap mengancam korban bakal dibunuh jika nekat kabur dari rumah dan melapor ke orang lain apalagi ke pihak berwajib.
Bahkan, pelaku juga kerap mengintimidasi bahwa pelaporan hukum yang dilakukan oleh para korban tidak akan pernah digubris.
Apalagi peristiwa rudapaksa tersebut, terjadi semasa para korban masih SMP.
"Kekerasan seksual yang dialami anak-anak ini selalu dalam kondisi tekanan dan ancaman. Ya, jika mau melaporkan ya, ini akan dibunuh," ujarnya di Ruang Konferensi Pers Gedung Bidang Humas Mapolda Jatim, pada Jumat (22/5/2026).
Dijerat pasal berlapis
| Tempurung Kepala Anak SMP Ini sampai Pecah Dipukul Temannya, Berawal Keributan Kecil saat Main Game |
|
|---|
| Tak Datang di Hari Pernikahan, Anggota Densus 88 Dilaporkan Calon Istri ke Propam Polri |
|
|---|
| Kronologi Oknum Polisi Tak Datang di Hari Pernikahan, Sebut Mendadak Sakit Parah, Ternyata. . . |
|
|---|
| “Salam Laki-laki! Harga Diri Harga Mati,” Teriak Tersangka Pembunuh Mertua saat Rekonstruksi |
|
|---|
| Kronologi Kecelakaan Maut Tewaskan Mahasiswi, Korban Terpental ke Kolong Truk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260523_KONFERENSI-PERS.jpg)