Minggu, 31 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Bayi Rosita Meninggal dalam Kandungan Setelah Operasi Caesar Tertunda karena Dokter Naik Haji

Ujang mengaku sangat terpukul dan menyesalkan keputusan penundaan operasi caesar tersebut.

Tayang:
Penulis: Sof | Editor: M Syofri Kurniawan
Tribun Jogja/Istimewa
ILUSTRASI HAMIL: Seorang ibu hamil asal Desa Darmaraja, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, harus menelan kenyataan pahit kehilangan bayi dalam kandungannya. Bayi perempuan yang dikandungnya meninggal dunia setelah proses operasi caesar yang dirujuk dari puskesmas ke salah satu rumah sakit di Sumedang diduga tertunda. (THINKSTOCKPHOTOS) 

TRIBUNJATENG.COM, SUMEDANG - Seorang ibu hamil asal Desa Darmaraja, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, harus menelan kenyataan pahit kehilangan bayi dalam kandungannya.

Wanita tersebut bernama Rosita (39). 

Bayi perempuan yang dikandungnya meninggal dunia setelah proses operasi caesar yang dirujuk dari puskesmas ke salah satu rumah sakit di Sumedang diduga tertunda.

Baca juga: Nasib Pilu Gadis di Tegal Ditahan Karena Simpan Bayi di Lemari Tapi Pria yang Menghamilinya Bebas

Kronologi

Peristiwa memilukan itu terjadi setelah Rosita yang mengalami kondisi bayi sungsang dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani persalinan caesar.

Namun, sesampainya di rumah sakit, Rosita justru diminta pulang dan menunggu hingga bobot bayi dianggap cukup.

Suami Rosita, Ujang Mulyana (40), mengatakan dirinya dan sang istri datang ke rumah sakit pada 13 Mei 2026 dengan harapan operasi segera dilakukan demi keselamatan bayi mereka.

“Berangkat ke Pakuwon tanggal 13, tapi diminta tanggal 29 karena dokternya sedang menunaikan ibadah haji dan kondisi bayinya katanya bobotnya masih kurang,” ujar Ujang kepada TribunJabar.id, Rabu (27/5/2026).

Menurut Ujang, keputusan tersebut disampaikan oleh petugas pengganti dokter yang disebut tidak memiliki kewenangan mengambil tindakan operasi caesar.

Saat itu, Rosita yang kondisinya lemah diantar menggunakan mobil menuju rumah sakit, sementara Ujang menyusul dengan sepeda motor sambil membawa perlengkapan persalinan dan pakaian bayi.

Namun harapan pasangan tersebut berubah menjadi duka mendalam.

Setelah dipulangkan untuk menunggu kondisi bayi membaik, keadaan justru semakin memburuk.

Bobot bayi yang sebelumnya tercatat sekitar 1,8 kilogram malah menurun menjadi 1,4 kilogram saat akhirnya dilahirkan.

Beberapa hari kemudian, Rosita mulai merasakan kontraksi dan kembali diperiksa di Puskesmas Darmaraja.

Saat dilakukan pemeriksaan USG, detak jantung janin sudah tidak terdeteksi.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved