Selasa, 9 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Diculik Driver Ojol, Bocah 7 Tahun Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai

Seorang bocah berusia 7 tahun ditemukan tewas setelah menjadi korban penculikan driver ojek online.

Tayang:
Penulis: Sof | Editor: M Syofri Kurniawan
Tribunnews.com
PELAKU PENCULIKAN - Driver ojek online (ojol) berinisial MY (32), pelaku penculikan MRP, bocah berusia 7 tahun di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. (Tribun Kaltim/Dwi Ardianto) 

Kepada polisi, pelaku MY mengaku mengajak korban untuk pergi memancing.

Setelah itu, dia mengirim ancaman kepada keluarga korban dengan meminta sejumlah uang tebusan.

Ancaman tersebut ditulis pada selembar kardus yang ditinggalkan untuk keluarga korban.

Namun sebelum keluarga sempat memenuhi permintaan tersebut, korban sudah lebih dulu dibunuh.

Polisi juga mengungkap dugaan motif sementara yang melatarbelakangi tindakan pelaku.

"Jadi motif sementara yang sudah kita lakukan, bahwa adalah motif ekonomi yang pertama."

Menurut penyidik, pelaku mengetahui bahwa keluarga korban diduga memiliki sejumlah uang sehingga muncul niat untuk menjadikan korban sebagai sarana memperoleh keuntungan melalui pemerasan dan permintaan tebusan.

Motif ekonomi

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan motif penculikan diduga dipicu faktor ekonomi. 

Pelaku diketahui memiliki sejumlah utang yang mendorongnya merencanakan penculikan untuk meminta uang tebusan kepada keluarga korban.

Polisi mengungkap bahwa MY pernah bertemu dengan orang tua korban sekitar lima hingga enam bulan sebelum kejadian saat bekerja sebagai pengemudi ojek online.

Dalam perjalanan tersebut, pelaku sempat mendengar pembicaraan terkait pengurusan sejumlah uang yang kemudian terus diingatnya.

"Kurang lebih lima sampai enam bulan sebelumnya, sekitar Januari, pelaku pernah mengantar orang tua korban. Dalam perjalanan itu sempat ada pembicaraan mengenai pengurusan sejumlah uang. Hal itu kemudian diingat oleh pelaku," jelas Jamaluddin.

Beberapa bulan kemudian, saat melintas di depan rumah korban setelah mengantar pesanan lain, pelaku mengenali lokasi tersebut sebagai rumah mantan penumpangnya.

Kondisi ekonomi yang sedang tertekan serta beban utang diduga memicu munculnya niat jahat tersebut.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved