Berita Regional
Widya ASN Korban Jambret Meninggal Setelah Koma Empat Hari
Mengingat peristiwa pada Selasa malam itu membuat degub jantungnya kembali berdebar.
Penulis: Sof | Editor: M Syofri Kurniawan
Ternyata, momen mendebarkan pada Selasa malam itu benar-benar terjawab dengan air mata.
Tatkala beberapa orang tetangga mendatanginya dan berkabar bahwa sang anak terlibat kecelakaan seraya menunjuk bukti dokumentasi foto motor sang anak, tangisnya langsung pecah.
"Katanya ini warga sini itu, tapi motornya juga dilihatin, dilihat difoto toh. Ternyata ya memang itu punya anak saya. Benar ya," katanya.
Pelaku penjambret berhasil mengambil tas sang anak yang berisi kartu identitas, ATM, uang, dan surat berharga milik sang anak yang disimpan di dalamnya.
Menurut Isnaini, sang anak biasanya memang lewat rute Jalan Kusuma Bangsa untuk berangkat atau pulang ke rumah.
Sang anak merupakan ASN di Kantor Dinas Pertanahan Kota Surabaya, sejak tahun 2017.
Beberapa tahun lalu, tempat dinas sang anak berapa di kawasan Surabaya Utara.
Tapi, setelah Hari Raya Idulfitri 2026 pada kisaran bulan April kemarin, tempat dinas sang anak dipindah agak jauh di Surabaya Selatan.
"Kalau itu dekat toh ya, aku enggak khawatir. Terus habis Lebaran kemarin langsung pindah ke sana," katanya.
Menurut Isnaini, insiden penjambretan tersebut membuat anaknya mengalami luka parah pada bagian kepala.
Sang anak sudah sempat mendapatkan penanganan medis berupa operasi, tapi kondisinya tak kunjung membaik.
Widya terus-menerus dalam keadaan tak sadarkan diri atau koma di kasur perawatan medis.
Hingga akhirnya, sang anak mengembuskan nafas terakhir pada Jumat (5/6/2026) pukul 15.49 WIB.
"Proses pemulihan gitu sebenarnya. Tapi enggak sadar-sadar dari habis dioperasi itu," pungkasnya.
Kesaksian mengenai mendiang Widya juga disampaikan sang kakak sulung, Irma Muslika (33).
| Serahkan Diri ke Polisi, R Mengaku Bunuh Istri dan Buang Jasad ke Saluran Air karena Cemburu |
|
|---|
| Kronologi Bocah 9 Tahun Tewas Saat Memancing, Diduga Diserang Anjing Pemburu |
|
|---|
| Kopda RI Ngaku Tak Tahu Korban Penganiayaan Debt Collector Ternyata Polisi |
|
|---|
| Ledakan Awali Kebakaran, Rumah dan Uang Tunai Rp78 Juta Ludes |
|
|---|
| Misteri Pembunuhan Terungkap Setelah Hampir Dua Tahun, Pelaku Mengaku Sakit Hati Ibu Dihina |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-rumah-sakitshutterstock.jpg)