Senin, 8 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Widya ASN Korban Jambret Meninggal Setelah Koma Empat Hari

Mengingat peristiwa pada Selasa malam itu membuat degub jantungnya kembali berdebar.

Tayang:
Penulis: Sof | Editor: M Syofri Kurniawan
SHUTTERSTOCK
ILUSTRASI RUMAH SAKIT: Widya Riskyanti (28), staf Kantor Pertanahan Kota Surabaya II, meninggal dunia setelah sempat koma selama empat hari di RSUD dr Soetomo Surabaya. Wanita itu mengembuskan napas terakhir pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 15.49 WIB, setelah menjadi korban penjambretan di Jalan Kusuma Bangsa, Kecamatan Genteng, Surabaya, atau tepatnya di belakang Grand City Mall, pada Selasa (2/6/2026) sore. (SHUTTERSTOCK) 

Saat berada di rumah sakit, ia sama sekali tidak bisa mengenali wajah sang adik yang kondisinya bengkak terluka dan berdarah. 

Selama ini, dirinya sudah tidak tinggal serumah dengan sang adik di rusun, persisnya semenjak menikah dan dikaruniai dua anak.

Namun, yang bisa mengenali adalah sang ibunda, Isnaini Budiarti. 

Ibundanya mengenali sang adik dari pakaian seragam batik Korpri dinas ASN.

Ternyata, kondisi luka sang adik begitu parah, sehingga harus menjalani operasi. 

Setelah dioperasi, ternyata kondisi sang adik tak kunjung membaik.

Widya, koma selama empat hari, hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 15.49 WIB, pada Jumat (5/6/2026)

"Saya dan keluarga mencoba untuk ikhlas. Tapi saya bakal usut terus, Pak, kasus ini. Pelakunya harus mendapat hukuman setimpal," katanya saat ditemui TribunJatim.com.

Irma berharap Anggota Polrestabes Surabaya segera menangkap seluruh pelaku penjambret yang menyebabkan adiknya koma hingga meninggal dunia.

Ia tak ingin penjambret tersebut beraksi kembali dan menyebabkan orang lain meninggal dunia atau terluka.

Irma juga berharap para pelaku dapat dihukum seberat-beratnya

"Saya enggak mau damai, nyawa harus dibayar nyawa, kalau bisa seumur hidup. Polisi semoga bisa menangkap semua pelaku karena sudah menghilangkan nyawa. Jahat banget. Cukup, ke adik saja, jangan ke yang lainnya," pungkasnya. 

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Genteng Polrestabes Surabaya Iptu Vian Wijaya membenarkan, penyelidikan atas kasus yang dialami korban masih bergulir.

Personelnya masih memburu para pelaku.

"Mohon waktu, nanti akan kami sampaikan," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved