10 Fakta Kasus Polisi Banten Lempar Helm, Pelajar Violent Agra Castillo Koma 4 Hari
Seorang pelajar SMK di Kota Serang, Violent Agra Castillo (16), masih koma di ruang ICU RSUD Banten usai dilempar helm oleh Polisi
Penulis: Puspita Dewi | Editor: galih permadi
4. Polisi Mengejar Pengendara Motor Tanpa Lampu
Saat tiba di lokasi, polisi menemukan sejumlah remaja yang melakukan balapan liar. Sekitar pukul 02.45 WIB, salah satu motor yang melaju ke arah petugas tidak menyalakan lampu utama. Kondisi gelap membuat pengendara dan petugas sama-sama terkejut ketika berhadapan di jalan. Dari sinilah insiden bermula, yang berujung pada pelemparan helm oleh salah seorang anggota.
5. Bripda MA Melempar Helm ke Arah Pengendara
Kombes Pol Murwoto menyebut, tindakan pelemparan helm itu dilakukan oleh anggota bernama Bripda MA. “Kaget melihat petugas yang sudah berada di badan jalan sehingga salah satu personel patroli Bripda MA refleks melemparkan helm diduga mengenai pengendara tersebut yang diketahui bernama Violent Agara Castillo,” jelasnya. Lemparan itu mengenai korban hingga membuatnya kehilangan kendali dan jatuh.
6. Insiden Tidak Terekam CCTV
Penyelidikan terhadap kasus ini terkendala bukti visual. Menurut Kabid Propam, lokasi jatuhnya korban tidak terjangkau kamera pengawas. Hal ini membuat kronologi hanya bisa disusun berdasarkan keterangan petugas dan saksi. Kondisi ini menimbulkan sorotan publik, karena masyarakat menilai peristiwa sebesar ini seharusnya bisa terekam dengan jelas.
7. Motor Korban Disebut Tidak Standar Pabrikan
Polda Banten juga mengungkapkan bahwa motor yang dikendarai Violent dalam kondisi tidak sesuai standar pabrikan. “Knalpot brong, tidak ada lampu, memakai ban cacing, seperti spek drag race. Korban saat itu juga tidak memakai helm,” jelas Murwoto. Pernyataan ini memicu pro-kontra karena dianggap mencoba menggeser fokus dari tindakan oknum polisi yang melempar helm.
8. Keluarga Korban Masih Menunggu Perkembangan
Meski sudah tiga hari koma, keluarga terus berharap ada keajaiban untuk kesembuhan Violent. Andi, sang paman, mengatakan keluarga mengalami tekanan psikologis yang berat. Mereka hanya bisa menunggu perkembangan dari tim medis. “Kondisi masih koma, masih dirawat di ICU, sudah 3 hari ini belum ada perkembangan,” ujarnya penuh harap.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.