Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pekalongan

Anak Muda Pekalongan Didorong Kuasai Dunia Otomotif Lewat Program Kejuruan BLK

Semangat anak muda di Kota Pekalongan untuk menguasai keterampilan di bidang otomotif terus tumbuh.

|
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: rival al manaf
Dok Kominfo Kota Pekalongan
PELATIHAN BLK - Peserta saat mengikuti pelatihan program kejuruan sepeda motor di Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Pekalongan. Instruktur kejuruan sepeda motor BLK Kota Pekalongan, Rifqi Wardana, menjelaskan, bahwa metode pelatihan di lembaganya mengutamakan pengalaman praktik melalui On Job Training (OJT) di bengkel resmi. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Semangat anak muda di Kota Pekalongan untuk menguasai keterampilan di bidang otomotif terus tumbuh.

Melalui program kejuruan sepeda motor di Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Pekalongan, mereka dibekali kemampuan teknis dan pengalaman kerja nyata agar siap menghadapi persaingan dunia industri otomotif yang terus berkembang.

Program kejuruan sepeda motor di BLK Kota Pekalongan, menjadi salah satu langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda agar memiliki keahlian yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Baca juga: 2 Raperda Dibahas, DPRD dan Pemkot Pekalongan Soroti Penyertaan Modal BUMD

Baca juga: Dishub Kota Pekalongan Perketat Pengawasan Parkir Pasar Banjarsari

Dengan sistem pembelajaran berbasis praktik dan fasilitas pelatihan yang lengkap, peserta didorong tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya langsung di lapangan.

Instruktur kejuruan sepeda motor BLK Kota Pekalongan, Rifqi Wardana, menjelaskan, bahwa metode pelatihan di lembaganya mengutamakan pengalaman praktik melalui On Job Training (OJT) di bengkel resmi.

Hal ini bertujuan agar peserta terbiasa dengan situasi kerja nyata dan memiliki keterampilan sesuai standar industri.

"Selama ini, setelah selesai kami selalu memberikan fasilitas On Job Training atau OJT."

"Biasanya di dealer resmi seperti Astra, 54, atau Yamaha Siip," ungkap Rifqi, Senin (20/10/2025).

Ia menuturkan, sebagian besar peserta pelatihan merupakan pemula berusia muda yang tertarik mendalami dunia otomotif.

Dengan dukungan sarana dan prasarana (sarpras) yang memadai, proses pelatihan dapat berjalan efektif dan menyenangkan.

"Sebagian besar mereka pemula. Sarpras alat yang mencukupi, sangat membantu instruktur saat melakukan pelatihan," ujarnya.

Rifqi menambahkan, porsi pembelajaran di jurusan sepeda motor lebih banyak berorientasi pada praktik dibanding teori. Peserta diajak langsung mengenali komponen, melakukan perbaikan, hingga mendiagnosis kerusakan kendaraan.

"Kita praktik 80 persen, teori 20 persen. Karena pesertanya kebanyakan usia muda, pendekatan langsung lebih mudah dipahami," jelasnya.

Dengan kombinasi praktik intensif, fasilitas pelatihan lengkap, dan pengalaman OJT di bengkel resmi, lulusan kejuruan sepeda motor BLK Kota Pekalongan terbukti mampu bersaing di dunia kerja.

Banyak di antara mereka kini bekerja di dealer resmi, sementara lainnya memilih membuka bengkel sendiri dan menjadi wirausaha muda di bidang otomotif.

Rifqi berharap, ke depan semakin banyak anak muda yang memanfaatkan program pelatihan kejuruan di BLK sebagai jalan untuk meningkatkan keterampilan dan memperluas peluang kerja.

"Tujuan kami sederhana, bagaimana anak muda Pekalongan bisa punya keahlian dan mandiri lewat keterampilan otomotif. Jadi, bukan hanya siap kerja, tapi juga siap membuka lapangan kerja," pungkasnya. (Dro)

 

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved