3 Hari Penyiksaan Brutal Wanita Muda di Batam, Keluarga Dwi Duga Pacar Korban Terlibat
Seorang wanita muda asal Lampung, Dwi Putri Apriliani Dini (25) tewas setelah mengalami penyiksaan selama tiga hari di Batam
Penyiksaan itu dilakukan di mes tempat agensi mengumpulkan wanita muda yang akan disalurkan sebagai LC.
Disitulah terjadi penyiksaan secara berutal hingga membuat korban Dwi Putri tewas mengenaskan.
Dalam rekaman CCTV itu terlihat jelas bagaimana posisi Dwi Putri mengalami penganiayaan. Dia disiksa habis-habisan dalam kondisi tanpa busana.
Dari rekaman CCTV itu juga terlihat jelas, ketika dilakukan penyiksaan, kedua tangan korban di ikat. Kaki Korban diIkat dan mulut di lakban.
Dia hanya bisa sedikit berontak dan tak bisa bebrteriak. Protesnya hanya terlihat dari gerakan tubuh ke kiri dan ke kanan sambil menangis.
Posisi penyiksaan tersebut tepat di depan pintu kamar mandi, di samping korban terletak satu unit mesin cuci. Sementara dari bagian kepala korban berdiri tersangka Koko Wili dengan memegang slang air di tangan kirinya.
Di sana ia menyiram tubuh korban seolah menyiram tanaman.
Endingnya, ia memasukan selang air ke hidung korban sementara mulut korban ditutup lakban.
Kondisi itu dilakukan lebih kurang satu jam hingga korban tidak bergerak.
"Saat korban tidak bergerak, si Koko ini bilang kalau korban itu hanya drama saja. Padahal korban sudah tewas saat itu," sebut Amru saat ditemui di Polresta Barelang, Rabu (3/12/2025) siang dikutip dari TribunBatam.id.
Karena tidak bergerak lagi, Kemudian Koko meminta kepada anakbuahnya untuk membeli tabung oksigen.
Agar korban bisa mendapatkan oksigen pasca penyiksaan.
Namun sayang, Dwi sudah tidak bergerak. Korban dipastikan sudah meninggal saat itu.
"Disanalah akhirnya mereka berencana melakukan rekayasa dan seolah-olah menemukan orang tewas tanpa identitas. Dia dibawa ke Rumah Sakit yang jauh dari keramaian," tegas Amru.
Namun kejahatan pasti meninggalkan jejak, aksi ke empat pelaku dicurigai polisi dan akhirnya mereka ditangkap setelah polisi mendapatkan CCTV dari TKP. (*/TRIBUN-MEDAN.com)
| Meninggalnya Bagas dan Keluarga di Temanggung Terasa hingga Kraton Jogja, "Dia Bisa Diandalkan" |
|
|---|
| Aksi Hari Anti Tambang di Pati, Massa JMPPK Bawa Lesung & Alu Tagih Ketegasan Pemerintah dan Polisi |
|
|---|
| Pembeli Sajam Asal Pringapus Kabupaten Semarang Via Instagram Ditetapkan Sebagai Pelaku Anak |
|
|---|
| Bantuan Pangan untuk 104 Ribu KK di Batang Terus Disalurkan, Alokasi Naik 70 Persen |
|
|---|
| Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Cilacap, BPBD Pastikan Kondisi Aman dan Tak Berpotensi Tsunami |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251204_batam.jpg)