Senin, 8 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

16 Penghuni Tewas, Panti Werda Damai Terbakar: Mukjizat itu Nyata

Sebanyak 16 penghuni Panti Werda Damai meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi pada Minggu

Tayang:
Editor: galih permadi
TRIBUN MANADO/Arthur_Rompis
KORBAN - Kesaksian Oma Rolin korban selamat kebakaran di Panti Werda Damai di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Minggu (28/12/2025) malam. Oma berjalan keluar di tengah kobaran api dan semburan asap dan berhasil selamat. 

TRIBUNJATENG.COM - Sebanyak 16 penghuni Panti Werda Damai meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi pada Minggu (28/12/2025) malam.

salah satu penghuni, Nenek atau Oma Rolin korban selamat kebakaran di Panti Werda Damai di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), 

Meski Oma Rolin dalam keadaan sakit stroke dan berjalan pun dibantu dengan tongkat, Oma Rolin selamat dari insiden nahas Panti Werda yang terbakar tersebut.

Baca juga: Mirip Kasus Nenek Elina di Surabaya, Rumah Kushayatun di Tegal Mendadak Dibongkar: Ganti Kepemilikan

Sosok Djanu, Pria Asal Cilacap Bertemu Ibu Usai 32 Tahun Terpisah: Terbawa Kereta, Cari ke Semarang

Sosok Sarmoli Nikdolias Patinggi Songong Ejek Siswa Disabilitas Asal Rembang, Kini Mewek Minta Maaf

Kelurahan Gajahmungkur Angkat Bicara soal ODGJ Terancam Kehilangan Rumah

20251230_Kebakaran Panti Jompo
KEBAKARAN - Kolase foto warga bahu membahu menolong penghuni panti jompo saat Panti Werdha Damai Manado, Sulawesi Utara terbakar pada Minggu (28/12/2025). Dalam insiden ini, 16 orang meninggal dunia, di mana 15 tubuh mereka ditemukan hangus terbakar, dan 1 tubuh lainnya masih dalam keadaan utuh.

Mukjizat itu nyata, hal ini dengan lantang dikumandangkan oleh Rolin (64). Saat ditemui TribunManado.com di ruang lantai 6 RSUD Manado, Senin (29/12/2025), oma Rolin tengah beristirahat.

Ia berbaring di ranjang rumah sakit dengan dijagai keponakannya. "Saya tak apa apa, hanya shock," kata dia kepada Tribun manado. 

Selain Oma Rolin, ruangan itu diisi dua penghuni panti lainnya. Keduanya, sebut dia, pikun.

Oma Rolin terlihat sangat peduli dengan keduanya. "Ini ada makanan," kata dia kepada keduanya saat dibawakan makanan oleh pengantar makanan dari Pemkot Manado.

Oma Rolin bercerita, saat kejadian tersebut, ia sedang hendak tidur. Obat baru saja ditelannya. "Kamar saya berada dekat dapur, tiba tiba saja ada api," katanya.

Oma Rolin segera bergegas keluar kamar. Sesungguhnya oma dalam keadaan stroke. 

Ia berjalan dengan dibantu tongkat.  Jalannya sangat lambat. 

Karena itulah, cerita selamatnya Oma seperti di luar nalar. Oma berjalan keluar di tengah kobaran api dan semburan asap dan berhasil selamat. 

Oma menyebutnya mukjizat. "Ini semua karena pertolongan Tuhan, saya tak tahu dapat kekuatan apa, tapi saya berjalan dan selamat," katanya.

Namun teman oma tak beruntung. Sebut dia, sang teman tak selamat. Oma menyebut ia teman sehatinya. "Biasanya kami sering main gaple," katanya.

Ci Hoa Selamat

Ci Hoa, penghuni panti lainnya mengaku selamat saat pintu kamarnya diketuk seseorang. Ia keluar dan mendapati api sudah merajalela hebat. "Saya tidak bisa lagi berjalan, hanya bisa jalan pakai alat bantu," kata dia. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved