Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Viral di Medsos! Bentrok Pesilat dan Warga Usai Halal Bihalal

Bentrokan antara kelompok pesilat dan warga terjadi di Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun

Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
IST
Bentrokan antara pesilat dan warga di Madiun dipicu penyalaan flare saat perjalanan pulang dari acara halal Bihalal. 

Ringkasan Berita:
  • Bentrokan pesilat dan warga di Madiun dipicu penyalaan flare saat perjalanan pulang.
  • Insiden menyebabkan satu orang terluka tanpa kerusakan rumah warga.
  • Polisi berhasil mengendalikan situasi dan mengawal rombongan pesilat hingga aman.

 

TRIBUNJATENG.COM - Bentrokan antara kelompok pesilat dan warga terjadi di Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Sabtu (4/4/2026) dini hari.

Peristiwa ini sempat viral di media sosial setelah rekaman video keributan beredar luas.

Insiden tersebut diduga dipicu aksi rombongan pesilat yang menyalakan flare saat melintas di kawasan permukiman warga usai menghadiri kegiatan halal bihalal.

Dalam video yang beredar, terlihat suasana memanas di sekitar gapura Desa Kaibon, dengan aksi saling lempar antara kedua kelompok.

Kapolres Madiun, Kemas Indra Natanegara, membenarkan adanya kejadian tersebut dan memastikan situasi telah terkendali.

"Akibat kejadian itu satu orang terluka. Tetapi tidak ada kerusakan rumah warga," kata Kemas, Sabtu (4/4/2026).

Baca juga: Tragis! Konten Kreator Demak Tewas Diduga Terseret Arus Sungai Tuntang Saat Syuting

 

Kronologi Bentrokan

Peristiwa bermula ketika rombongan pesilat dari Kota Madiun datang menggunakan sepeda motor untuk menghadiri pengajian dan acara halal bihalal di Desa Kranggan, Kecamatan Geger, pada Jumat (3/4/2026) malam.

Namun, saat perjalanan pulang, rombongan tersebut menyalakan flare ketika melintasi Desa Kaibon. Aksi ini diduga memicu reaksi warga setempat hingga berujung bentrokan.

" Sekitar pukul 23.30 Wib, rombongan pesilat dengan warga Desa Kaibon terjadi saling lempar batu," kata Kemas.

Aparat kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan pengamanan untuk meredam situasi.

Rombongan pesilat kemudian diarahkan untuk melanjutkan perjalanan dengan pengawalan.

Sekitar pukul 00.20 WIB, kondisi dinyatakan kembali kondusif.

Pihak kepolisian menyatakan telah melakukan langkah persuasif kepada kedua belah pihak guna mencegah konflik lanjutan.

Selain itu, pengamanan juga diperketat untuk memastikan situasi tetap aman.

Kapolres menegaskan bahwa seluruh rombongan pesilat telah dipulangkan melalui jalur aman dengan pengawalan petugas.

Masyarakat pun diimbau untuk tidak mudah terprovokasi serta menjaga ketertiban, terutama saat kegiatan yang melibatkan banyak massa.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved