Tribunjateng Hari ini
Di Wonosobo, Hipertensi dan Obesitas Tinggi Jadi Temuan Penyakit Tertinggi dalam Program CKG
Dinas Kesehatan mencatat capaian signifikan dalam pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sepanjang tahun 2025.
Pada kelompok anak, program ini juga mengidentifikasi sejumlah permasalahan kesehatan yang memerlukan perhatian serius.
Sebanyak 155 anak usia 1-4 tahun masuk dalam kategori stunting berat dan 6,23 persen bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR).
Selain itu, masalah kesehatan gigi juga cukup tinggi, yakni 56,04 persen pada anak usia 1-6 tahun dan 66,72 persen pada kelompok dewasa dan lansia.
Jaelan menilai bahwa kondisi tersebut menunjukkan pentingnya intervensi yang lebih terintegrasi, baik melalui layanan kesehatan maupun edukasi di tingkat keluarga dan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa Program CKG memiliki peran strategis dalam memperkuat layanan kesehatan dasar, khususnya pada aspek deteksi dini.
Program ini dirancang untuk menjangkau masyarakat yang masih sehat atau belum menunjukkan gejala, sehingga faktor risiko dapat diidentifikasi lebih awal dan ditangani sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.
Pendekatan ini dinilai sebagai upaya di tingkat hulu untuk menekan beban penyakit di hilir. Sebagai tindak lanjut, Dinas Kesehatan memastikan bahwa setiap hasil pemeriksaan tidak berhenti pada tahap deteksi, tetapi dilanjutkan dengan penanganan yang terintegrasi.
“Tata kelola tindak lanjut menjadi fokus utama agar masyarakat yang terdeteksi memiliki faktor risiko dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat.
Kami berharap, masyarakat tetap sehat dan tidak jatuh pada kondisi penyakit yang lebih berat,“ harapnya.
Memasuki tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Wonosobo menetapkan target cakupan yang lebih ambisius, yakni sebesar 54 persen dari total sasaran 929.725 jiwa.
Hingga minggu ke-15 atau April 2026, capaian sementara telah mencapai 14,37 persen atau sebanyak 133.639 orang.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah terus melakukan inovasi layanan, salah satunya melalui pendekatan jemput bola.
Layanan CKG kini dapat dilaksanakan berdasarkan permintaan masyarakat, termasuk di lingkungan OPD, perusahaan, komunitas, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Layanan ini juga didukung oleh 24 puskesmas, 5 rumah sakit, serta 9 klinik pratama mitra BPJS yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Wonosobo.
Kolaborasi lintas fasilitas kesehatan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan sekaligus mempermudah akses masyarakat dalam mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.
Pemerintah Kabupaten Wonosobo juga mengimbau masyarakat untuk aktif memanfaatkan layanan ini dengan mengunduh dan mengisi skrining mandiri melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile, memastikan kepesertaan JKN atau BPJS dalam kondisi aktif, serta membawa identitas diri saat melakukan pemeriksaan.
| Ketua Ombudsman Jadi Tersangka Korupsi, Enam Hari Setelah Dilantik |
|
|---|
| Maggot Kering Produksi Sulaiman Laku Dijual untuk Pakan Koi |
|
|---|
| Pemilik Pangkalan di Purbalingga Jadi Tersangka Pengoplosan Elpiji |
|
|---|
| Pemprov Jateng Buka Peluang Pembayaran Pajak Kendaraan Tanpa KTP |
|
|---|
| Investasi Industri Logam Dasar Senilai Rp 800 Miliar Masuk Kawasan Industri Terpadu Batang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/TRIBUN-JATENG-17-APRIL.jpg)