Tribunjateng Hari ini
Di Wonosobo, Hipertensi dan Obesitas Tinggi Jadi Temuan Penyakit Tertinggi dalam Program CKG
Dinas Kesehatan mencatat capaian signifikan dalam pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sepanjang tahun 2025.
TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Dinas Kesehatan mencatat capaian signifikan dalam pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sepanjang tahun 2025.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Jaelan, menyampaikan bahwa capaian kinerja CKG tahun 2025 berhasil melampaui target nasional.
Ia menjelaskan bahwa realisasi program mencapai 39,20 persen, lebih tinggi dari target awal sebesar 36 persen.
Dari total sasaran 920.506 jiwa, sebanyak 360.851 warga telah mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Capaian tersebut juga melampaui rata-rata Provinsi Jawa Tengah yang berada pada angka 37,73 persen. Tingginya capaian ini tidak terlepas dari partisipasi masyarakat yang juga sangat tinggi.
"Dari total 369.514 pendaftar, sebanyak 97,65 persen atau 360.845 orang telah berhasil dilayani," ungkapnya, Jumat (17/4).
Menurut Jaelan, capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan.
Keberhasilan program juga didukung oleh strategi pendekatan yang tepat, khususnya pada kelompok usia sekolah dan remaja yang mencatatkan capaian tertinggi sebesar 79,35 persen.
Pendekatan berbasis komunitas seperti sekolah dan pondok pesantren dinilai efektif dalam menjangkau sasaran secara kolektif.
Sementara itu, capaian pada kelompok bayi baru lahir sebesar 33,97 persen, balita dan anak prasekolah 32,66 persen, kelompok dewasa 24,67 persen, serta lansia 15,99 persen menunjukkan perlunya penguatan strategi layanan pada kelompok usia lainnya.
Di balik capaian tersebut, Program CKG juga mengungkap berbagai tantangan kesehatan masyarakat.
Berdasarkan hasil skrining, ditemukan bahwa 23,98 persen masyarakat mengalami hipertensi dan lebih dari 30 persen berada pada kondisi prehipertensi.
Selain itu, 28,63 persen masyarakat mengalami obesitas sentral, disertai temuan kasus hiperkolesterol dan peningkatan kadar gula darah yang mengarah pada prediabetes.
Sebanyak 237 orang juga terdeteksi menderita Diabetes Melitus.
Kondisi ini diperparah oleh rendahnya aktivitas fisik masyarakat. Hanya sekitar 2,4 persen yang tergolong memiliki aktivitas fisik cukup, sementara sebagian besar lainnya kurang aktif.
Di sisi lain, lebih dari 20 persen responden mengaku sebagai perokok, yang menjadi faktor risiko utama meningkatnya penyakit kronis di masa mendatang.
| Ketua Ombudsman Jadi Tersangka Korupsi, Enam Hari Setelah Dilantik |
|
|---|
| Maggot Kering Produksi Sulaiman Laku Dijual untuk Pakan Koi |
|
|---|
| Pemilik Pangkalan di Purbalingga Jadi Tersangka Pengoplosan Elpiji |
|
|---|
| Pemprov Jateng Buka Peluang Pembayaran Pajak Kendaraan Tanpa KTP |
|
|---|
| Investasi Industri Logam Dasar Senilai Rp 800 Miliar Masuk Kawasan Industri Terpadu Batang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/TRIBUN-JATENG-17-APRIL.jpg)