Senin, 8 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Tampang 2 Preman yang Tendang Perut Ibu Hamil, Tak Berkutik saat Ditangkap Polisi

Tampang dua preman, Zulpikar (37) dan Zulyarham (46) yang menganiaya ibu hamil dan suaminya di pinggir jalan, di Jalan Pasar VII, Medan.

Tayang:
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
PENGANIAYAAN PASUTRI - Dua pelaku penganiayaan Pasutri diamankan di Satreskrim Polrestabes Medan, Rabu (3/6/2026) malam. Satreskrim Polrestabes Medan masih dalami kepemilikan air soft gun salah satu pelaku. 

Ringkasan Berita:
  • Pasangan suami istri menjadi korban penganiayaan oleh dua preman saat berhenti di terowongan Tembung untuk menghindari lemparan batu akibat tawuran.
  • Selain memukul sang suami, pelaku yang membawa pistol dan bercelana loreng tersebut secara tega menendang perut korban yang sedang dalam kondisi hamil.
  • Menindaklanjuti video kejadian yang viral, pihak Kepolisian Resmob Polrestabes Medan bergerak cepat dan berhasil meringkus kedua pelaku tak jauh dari lokasi kejadian.

 

TRIBUNJATENG.COM, MEDAN - Sebuah rekaman video amatir yang memperlihatkan aksi brutal preman kampung menendang perut seorang ibu hamil di terowongan Tembung, Deli Serdang, mendadak viral dan memicu kecaman luas di media sosial.

Korban, Mulana Kartina Nainggolan (30), yang sempat syok dan trauma berat karena memiliki riwayat keguguran, kini bisa sedikit bernapas lega setelah hasil pemeriksaan rumah sakit menyatakan janin yang telah dinantikannya selama empat tahun tersebut dalam kondisi aman.

Baca juga: Viral Gaya Preman Tanah Abang Palak Pedagang, 3 Orang Bersenjata, Pecahkan Mangkuk Satu Per Satu

Ia menyampaikan, saat itu, dia yang sedang dibonceng suaminya takut melewati terowongan karena melihat adanya tawuran di rel kereta api, tepat di atas terowongan.

"Saya sudah takut dengan kondisi tawuran di situ. Gara-gara memang itu sudah sering terjadi," kata Mulana kepada Kompas.com melalui saluran telepon pada Kamis (4/6/2026).

"Saya takut kena lempar batu, makanya kami berhenti. Intinya waktu itu suami mau melindungi saya dan janin kami," sambungnya.

Mulana menegaskan, saat itu tidak punya keinginan merekam aksi pelaku tawuran ataupun pria yang menganiaya suaminya. 

Hanya saja, kebetulan dia menggenggam ponsel.

"Apa gunanya kami memvideokan karena kami sering melintasi jalan itu," ujarnya.

Ia pun terkejut, melihat suaminya dipukuli preman hingga akhirnya berdiri dari motor.

Tidak disangkanya pula, pelaku menendang perutnya.

"Sebenarnya waktu itu sakit saya rasa. Cuma karena lihat suami saya dipukuli, sakit di perut jadi tidak terasa. Tapi, setelah kejadian sampai sekarang masih sakit," ungkapnya.

"Saya sempat khawatir ada gangguan di kandungan. Karena sudah lama (4 tahun) ini kami nantikan. Apalagi saya ada riwayat keguguran baru-baru ini," sambungnya.

Oleh karena itu, sejak siang tadi dia bersama suaminya mengecek kondisi kandungan ke RSUD Pirngadi.

Hasilnya membuatnya cukup lega karena tidak membuat kandungannya terganggu. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved