Tribunjateng Hari ini
Rohayatun Ingin Masa Depan Anaknya Bisa Lebih Baik lewat SR
Rohayatun tidak masalah anaknya berpindah di SR, karena berharap bisa mendapatkan masa depan yang lebih baik.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: Vito
"Orang tua membolehkan (sekolah di SR-Red), yang penting bisa dijenguk, dan berharap SR segera dibuka dan semua pengeluaran untuk sekolah bisa ditanggung negara," tuturnya.
"Seperti seragam, perlengkapan sekolah, termasuk uang saku. Karena ada orangtua yang kesusahan memberikan uang saku dengan penghasilannya yang minim dan banyak yang single parent," sambungnya
Dari calon siswa SR yang dikunjungi terdapat satu anak yang putus sekolah. Ia seharusnya saat ini duduk di bangku kelas 4 SD. Namun karena menjadi korban perundungan, anak tersebut tidak melanjutkan sekolah dan berhenti di kelas 3 SD.
"75 siswa rata-rata masih sekolah, ada yang putus sekolah satu, dari Kecamatan Batealit. Harusnya sekarang kelas 4, karena perundungan akhirnya keluar," tuturnya.
Adapun, Kepala Sekolah Rakyat di Kabupaten Jepara, Asri Linda Listyaningrum menyatakan, sebanyak 75 calon siswa SR di Jepara berada di rentang usia 6-11 tahun. Nantinya, para siswa akan dibagi ke dalam tiga rombongan kelas (rombel).
"Tiga rombel nanti akan kami petakan sesuai umurnya di sekolah asal mereka kelas berapa. Usia 6-8 tahun nanti masuk grup kelas A, 9 tahun kelas B, dan usia atasnya lagi kelas C," bebernya.
Saat sudah beroperasi, ia menyebut, seusai dengan Standar Operasional Pelayanan (SOP), siswa SR nantinya tetap diberikan waktu untuk libur dan pulang ke rumah masing-masing untuk bertemu dengan keluarga.
"Orangtua juga diperbolehkan menjenguk, ada waktunya sendiri, 2 minggu sekali boleh dijenguk," jelasnya. (ito)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250905_Witiarso-Utomo.jpg)