Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Harga Ikan Naik

Harga Ikan di Jepara Naik dari 25 hingga 50 Persen, Dampak Cuaca Buruk

Suasana tempat pelelangan ikan (TPI) Ujungbatu Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara tetap ramai meski cuaca buruk.

Tayang:
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Saiful Ma sum
LAYANI PEMBELI - Sejumlah pedagang ikan di TPI Ujungbatu Jepara melayani pembeli, Rabu (21/1/2026). Harga ikan naik 25-50 persen dampak cuaca buruk dengan ombak mencapai 3-4 meter. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Suasana tempat pelelangan ikan (TPI) Ujungbatu Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara tetap ramai meski cuaca buruk melanda perairan laut Jepara, Rabu (21/1/2026).

Meski kondisi gelombang tinggi mencapai 3-4 meter membuat nelayan berpikir dua kali untuk melaut, namun beberapa nelayan dengan perahu kecil tetap nekat berlayar untuk mencari ikan demi sesuap nasi untuk keluarga.

Mereka menerjang tingginya gelombang laut yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa, dalam rangka menjaga agar jual beli ikan di TPI Ujungbatu tetap hidup.

Cuaca buruk gelombang air laut tinggi membuat pasokan ikan tak sebanyak hari-hari biasanya.

Baca juga: Pasokan Ikan di Cilacap Berkurang Akibat Gelombang Tinggi Menerjang

Baca juga: Curhat Pilu Pegawai Mebel Jepara: Kerja 19 Tahun, Cuma Diberi Kompensasi Kurang Dari Rp10 Juta

Harga jual ikan melambung tinggi karena ikan yang didapatkan nelayan juga menurun drastis.

Kapal-kapal besar milik nelayan justru gagal berlayar dan hanya bersandar di dermaga. Sementara perahu-perahu kecil nelayan justru berani berlayar meski dalam radius dekat lantaran ombat tinggi.

Pedagang, Solikhah menyampaikan, kenaikan harga ikan diperkirakan antara 25 - 50 persen. Faktornya adalah pasokan ikan menurun lantaran tidak semua nelayan berani berlayar.

Selain itu, nelayan juga tidak mudah mencari ikan dampak ombak yang tinggi. Rata-rata nelayan hanya berlayar tidak lebih dari 4 jam karena khawatir cuaca buruk beresiko terhadap keselamatan jiwa.

"Kenaikannya bervariasi, terutama yang ikan-ikan besar, stoknya tidak banyak. Contoh ikan kakap sekarang jualnya antara Rp 55.000 - 60.000 per kilogram. Padahal sebelumnya hanya sekitar Rp 40.000 per kilogram," terangnya.

Selain kakap, kenaikan juga terjadi pada jenis ikan lainnya. Tongkol misalnya, biasanya dibandrol Rp 15.000 - 20.000 per kilogram, kini tembus Rp 30.000 per kilogram. Cumi-cumi sebelumnya dibandrol Rp 70.000 per kilogram, kini dijual di atas Rp 80.000 per kilogram. Begitu juga jenis ikan lainnya yang mengalami kenaikan harga 25-50 persen dampak cuaca buruk.

Solikhah memperkirakan kondisi serupa bakal terjadi hingga, Sabtu (24/1/2026). Bahkan dimungkinkan berpotensi meningkat dalam beberapa hari ke depan.

"Faktornya karena gelombang tinggi dan masih dalam suasana awal tahun," ujar dia.

Gelombang tinggi di laut Jepara ini berlangsung sepekan terakhir. Tinggi gelombang sempat mereda pada 19 Januari. Namun keesokan harinya ombak laut kembali meningkat.

Nelayan, Soni Purwanto (34) mengakatan, gelombang tinggi membuatnya tidak berlayar lebih dari 4 jam. Sehingga tangkapan ikan pun berkurang dibandingkan dengan hari-hari biasa.

Biasanya, Soni melaut lebih dari 4 jam setiap hari minimal dua kali menebar jaring ikan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved