Tribun Jateng Hari Ini
Batik Rifaiyah, Karya Sunyi Lintas Generasi Perempuan Batang
Kabupaten Batang juga memiliki batik khas yang telah dikenal hingga tingkat nasional, yakni Batik Rifaiyah.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: Vito
Dalam hidupnya, ia memperkirakan telah menghasilkan lebih dari 100 karya. Beberapa di antaranya bahkan kembali kepadanya setelah puluhan tahun berpindah tangan, sekaligus menjadi momen yang mengharukan.
Mbak Utin mengungkapkan, pada 1996, satu kain motif materos dijual seharga Rp 60 ribu, nilai yang kala itu setara 3 gram emas. Kini, harganya mencapai Rp 4 juta per kain, meski daya belinya justru menurun.
Namun baginya, nilai sejati Batik Rifaiyah bukan soal angka. “Ini warisan budaya Indonesia. Kebetulan pusatnya ada di Batang. Tugas saya menularkan virus kebaikan ini,” tuturnya.
Di tengah gempuran industri tekstil modern, Batik Rifaiyah tetap bertahan pelan, sunyi, dan setia di tangan perempuan-perempuan Batang, terkhusus murid Mbah Rifai (Kiai Haji Ahmad Rifai, ulama Jawa lahir pertengah abad 17) yang membatik dengan hati. (Tito Isna Utama)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260210-_-Batik-Rifaiyah-Batang.jpg)