Berita Pekalongan
Dekranasda Sleman Studi Tiru di Pekalongan: Kota Laboratorium Batik dan UMKM
Dekranasda Sleman studi tiru ke Kota Pekalongan untuk mempelajari strategi penguatan batik, kerajinan, dan pengembangan UMKM.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Reputasi Kota Pekalongan sebagai pusat batik sekaligus kota kreatif berkelas dunia kembali menarik perhatian daerah lain.
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sleman melakukan studi tiru ke Dekranasda Kota Pekalongan untuk mempelajari strategi penguatan batik, kerajinan, dan pengembangan UMKM.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Museum Batik Kota Pekalongan, Kamis (27/11/2025).
Baca juga: Pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor di Kota Pekalongan Baru 75 Persen, Lurah Diminta Turun Lapangan
Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Inggit Soraya menyampaikan, batik telah menjadi identitas utama Kota Pekalongan yang tidak hanya bernilai seni, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
"Batik tidak hanya sekadar lukisan di atas kain, tetapi mengandung nilai sejarah dan seni yang tinggi."
"Identitas lokal berupa batik dan kerajinan adalah modal budaya sekaligus ekonomi yang menjadi strategi utama daya saing IKM," jelasnya, Kamis (27/11/2025).
Saat ini, Pekalongan memiliki 1.377 pengrajin batik aktif dan telah mengukuhkan statusnya secara internasional.
Batik Indonesia telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda. Sementara Museum Batik Pekalongan meraih penghargaan Best Practices and Batik Conservation.
Kota Pekalongan juga bergabung dalam jejaring Creative Cities Network UNESCO.
"Selain kekayaan motif batik, mulai dari Jlamprang, Jawa Hokokai, Buketan, hingga Kaumanan Kota Pekalongan juga menawarkan berbagai kerajinan lain seperti sulam, tenun, perca, hingga produk berbahan pelepah pisang."
"Produk kuliner khas seperti megono, olahan kedelai, serta hasil perikanan turut memperkuat sektor UMKM daerah ini," imbuhnya.
Baca juga: Bupati Pekalongan Lantik 9 Pejabat Eselon II, Ini Data Rincinya
Kemudian, Dekranasda Kota Pekalongan aktif menjalankan beragam program guna mengangkat pelaku IKM dan UMKM, seperti penyediaan showroom representatif, fasilitas live shopping, pelatihan digital marketing.
Pelatihan kemasan dan ecoprint, edukasi industri ramah lingkungan, hingga promosi melalui pameran lokal maupun nasional.
"Selain itu, pendampingan, monitoring, dan evaluasi juga rutin dilakukan untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha agar mampu menembus pasar global," imbuhnya.
Ketua Dekranasda Kabupaten Sleman, Parmilah menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diterima pihaknya.
| Dinkes Kota Pekalongan: Baru 3 Persen Warga Pemilik Jamban Terapkan Sanitasi Aman |
|
|---|
| Wali Kota Pekalongan: Peran Warga Jadi Kunci Penanganan Cepat Tanggul Jebol Bremi |
|
|---|
| 2 Raperda Inisiatif Dinilai Strategis, DPRD Kabupaten Pekalongan Respons Pendapat Bupati |
|
|---|
| Awal 2026, PMI Kota Pekalongan Kekurangan Stok Darah Golongan A dan AB |
|
|---|
| Kembalikan Fungsi Hutan, Perhutani KPH Pekalongan Barat Tutup Lahan Garapan dan Buat Tempat Wisata |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251127-_-Studi-Tiru-Dekranasda-Sleman-di-Kota-Pekalongan.jpg)