Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

KKN Undip

UMKM Gula Aren Turens Desa Tumbrep Naik Kelas Lewat Pendampingan Mahasiswa Undip

UMKM Gula Aren Turens Desa Tumbrep Naik Kelas Lewat Pendampingan Mahasiswa Undip melalui program KKN-T

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Editor Bisnis
ist
Hasil Produk UMKM Gula Aren Turens Desa Tumbrep Naik Kelas Lewat Pendampingan Mahasiswa Undip melalui program KKN-T 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - UMKM gula aren Turens dari Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, kini siap naik kelas setelah mendapatkan pendampingan intensif dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) KEMENDIKTISAINTEK Universitas Diponegoro (Undip). Program ini dijalankan melalui skema Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2025.

Pendampingan meliputi dua aspek utama, yaitu teknis produksi dan manajemen usaha. Dari sisi produksi, mahasiswa Undip memberikan pelatihan pembuatan gula aren cair maupun semut. Mereka juga menghadirkan peralatan modern seperti pH meter, termometer, refraktometer, mesin labeling, grinder, pengaduk, oven, cetakan gula, dan cooler box. Kehadiran teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan higienitas, konsistensi, serta standar kualitas produk Turens.

Tidak hanya teknis, mahasiswa juga fokus pada manajemen usaha dan legalitas. UMKM Turens mendapat pendampingan dalam pembuatan laporan keuangan menggunakan Excel, pengisian buku penjualan perhitungan harga pokok produksi (HPP) serta pengelolaan persediaan. Di sisi legalitas, mahasiswa membantu pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB), merek dagang, sertifikasi halal, hingga pembuatan katalog digital dan website resmi.

Aspek pemasaran juga menjadi perhatian. Mahasiswa mendorong pengembangan akun e-commerce, penyusunan strategi promosi digital, serta pemetaan potensi produksi gula aren. Langkah ini penting untuk mendukung keberlanjutan usaha sekaligus memperluas jaringan pasar.

Novi, pelaku UMKM setempat, mengungkapkan manfaat besar program ini. “Selama ini kami hanya menjual gula aren batok secara tradisional. Kehadiran mahasiswa KKN sangat membantu, terutama dalam pemasaran online serta pembuatan variasi gula aren semut dan cair. Sekarang produk kami lebih modern dan bisa bersaing,” ujarnya.

Program pendampingan ini mendapat sambutan positif dari pihak BUMDes Desa Tumbrep. “Dengan bantuan program PMM Undip yang didanai Kemdiktisaintek, kami tidak hanya belajar produksi yang lebih higienis, tapi juga bagaimana mengelola usaha secara rapi dan legal. Harapan kami, produk Turens semakin dikenal luas,” ujar salah satu pengurus BUMDes.

Kepala Desa Tumbrep menegaskan bahwa pendampingan ini merupakan investasi jangka panjang bagi masyarakat. “Pendampingan ini adalah investasi jangka panjang bagi Masyarakat, Ini bukan sekadar pelatihan, melainkan upaya nyata agar UMKM Turens tumbuh kuat, mandiri, dan menjadi kebanggaan desa,” katanya.

Dengan dukungan teknologi, penguatan manajemen usaha, dan strategi branding digital, gula aren Turens kini tidak hanya menjadi produk lokal khas Desa Tumbrep, tetapi juga simbol kemandirian ekonomi masyarakat yang siap bersaing di pasar nasional.

Sebagai penutup, tim pelaksana menyampaikan ucapan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, yang telah mendanai program ini sesuai kontrak pelaksanaan kegiatan:

·         Nomor: 062/C3/DT.05.00/PM/2025 (kontrak induk)

·         Nomor: 360-11/UN7.D2.1/PM/V/2025 (kontrak turunan).

Program ini dilaksanakan oleh tim dosen pelaksana: Mj Rizqon Hasani, S.Hum., M.I.Kom. dan Dr. Adi Nugroho, M.Si. dari Universitas Diponegoro, serta Alfia Magfirona, S.T., M.T. dari Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved