Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Unsoed

PPK Ormawa UKMPR Unsoed Gelar Kelas Remuni, Edukasi Remaja Muntang soal Kesehatan Reproduksi

PPK Ormawa UKMPR Unsoed melaksanakan kegiatan bertajuk Kelas Remuni soal Edukasi Kesehatan Reproduksi.

Penulis: Laili Shofiyah | Editor: M Zainal Arifin
Istimewa
Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa Penalaran dan Riset (UKMPR) Universitas Jenderal Soedirman telah melaksanakan kegiatan bertajuk “Kelas Remuni (Remaja Muntang Inspiratif): Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan Pernikahan Dini” di Balai Desa Muntang, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga pada hari Minggu, 31 Agustus 2025. Kegiatan ini menghadirkan pembicara dari Forum Genre Purbalingga yaitu Duta Genre Purbalingga 2025, Muhammad Siddiq Fathularifin dan Nuri Maulida. (Dok Unsoed) 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa Penalaran dan Riset (UKMPR) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) telah melaksanakan kegiatan bertajuk “Kelas Remuni (Remaja Muntang Inspiratif):  Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan Pernikahan Dini” di Balai Desa Muntang, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga pada hari Minggu, 31 Agustus 2025.

Kegiatan ini menghadirkan pembicara dari Forum Genre Purbalingga yaitu Duta Genre Purbalingga 2025, Muhammad Siddiq Fathularifin dan Nuri Maulida.

Kelas Remuni kali ini dihadiri oleh 27 remaja desa muntang, tim pelaksana PPK Ormawa UKMPR, tim pendamping, dewan konsultatif UKMPR, dan kepala desa Muntang. 

Kelas Remuni merupakan salah satu program kerja PPK Ormawa UKMPR 2025 yang pada kelas kali ini menekankan tentang kesehatan reproduksi dan pencegahan pernikahan dini.

Topik ini berangkat dari permasalahan remaja seperti pergaulan bebas dan kasus pernikahan dini yang terjadi di desa Muntang.

Program ini bertujuan untuk mengukur pemahaman remaja terkait kesehatan reproduksi dan dan dampak pernikahan dini serta untuk menambah wawasan remaja mengenai hal tersebut. 

Kepala Desa Muntang, Bapak Arif Budiarto, S.Pt menyampaikan dalam sambutannya bahwa remaja desa Muntang diharapkan menjadi remaja tangguh yang bisa membedakan dan memilah perbuatan yang benar dan salah.

Baca juga: Mahasiswa UNSOED Raih Juara 2 dan Best Presentation di PIMPI 2025

Jangan sampai terjadi lagi remaja desa Muntang yang terjerumus pada pergaulan bebas karena hal tersebut memiliki dampak negatif pada kesehatan reproduksi dan dapat memicu adanya kasus pernikahan dini.

Diharapkan remaja desa Muntang mampu menciptakan pergaulan yang positif.

Sebelum pematerian berlangsung, peserta diwajibkan mengisi soal pre-test yang terdiri dari 10 pertanyaan.

Pengerjaan soal tersebut dilakukan untuk mengukur pemahaman awal peserta terkait kesehatan reproduksi dan pernikahan dini. 

Selanjutnya, peserta mengikuti sesi pematerian yang dibawakan oleh Duta Genre Purbalingga 2025.

Dalam penyampaian materinya, Siddiq dan Nuri sebagai duta Genre Purbalingga 2025 menyampaikan bahwa setiap remaja memiliki hak untuk menentukan masa depannya sendiri tanpa paksaan.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengenali kekuatan, menentukan tujuan, dan menghindari keputusan yang tergesa-gesa.

Remaja juga diharapkan dapat menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan ceria agar dapat tercipta masa depan yang gemilang.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved