Telkom University Purwokerto
Bangun Inner Circle yang Membantumu Grow, Yuk Cari Tahu
Bagi mahasiswa maupun anak-anak muda yang sedang mencari jati diri, adanya inner circle atau lingkaran teman dekat menjadi kunci.
Penulis: Laili Shofiyah | Editor: M Zainal Arifin
Lingkaran pertemanan yang kamu miliki juga turut mempengaruhi pola pikirmu.
Jika kamu berada di antara orang-orang yang rajin dan selalu mencari peluang, besar kemungkinan kamu juga akan terpacu untuk berkembang.
Sebaliknya, jika circle-mu lebih suka menunda-nunda dan sibuk mengurusi hidup orang lain, produktivitasmu bisa ikut menurun.
Selain itu, inner circle yang sehat juga berperan sebagai penyemangat dan ruang aman bagi emosionalmu.
Mereka tidak hanya memberikan semangat, tetapi juga siap mendukungmu.
Dengan begitu, kamu dapat membangun daya tahan mental. Lingkaran pertemanan yang positif juga dapat membuka pintu kesempatan baru dan banyak peluang datang dari koneksi yang terjalin.
Inner circle-mu dapat membuka akses ke komunitas baru atau bahkan menjadi rekan bisnis di masa depan.
Ciri-ciri inner circle yang sehat
Tidak semua orang yang berada di dekatmu dapat disebut inner circle.
Ada beberapa ciri khusus lingkaran pertemanan yang benar-benar membantumu berkembang dan mendukung pertumbuhanmu.
Pertama, mereka adalah sumber dukungan, bukan menjatuhkan.
Mereka akan hadir baik saat kamu senang maupun sedih.
Mereka memberikan kritik yang membangun bukan hanya sekadar berkomentar yang mematahkan semangat.
Ketika kamu mengalami kegagalan, mereka tidak hanya menyalahkan, tetapi memberi solusi dan dukungan.
Kedua, inner circle yang tepat akan menantangmu untuk keluar dari zona nyaman dengan mencoba hal-hal baru demi meningkatkan kemampuan diri.
Lingkungan seperti ini akan membuatmu terus tumbuh tanpa merasa dipaksa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250924_Telkom-University_Inner-Circle.jpg)