Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN Walisongo Semarang

Dosen UIN Walisongo Abdullah Ibnu Thalhah Terpilih sebagai Nakhoda Kartunis Indonesia

Dosen UIN Walisongo Semarang, Abdullah Ibnu Thalhah, resmi terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Kartunis Indonesia (PAKARTI) periode 2025–2030.

Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Dosen UIN Walisongo Semarang, Abdullah Ibnu Thalhah, resmi terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Kartunis Indonesia (PAKARTI) periode 2025–2030. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG — Dosen UIN Walisongo Semarang, Abdullah Ibnu Thalhah, resmi terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Kartunis Indonesia (PAKARTI) periode 2025–2030.

Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Besar (Mubes) PAKARTI yang berlangsung di Gedung Oudetrap, Kota Lama Semarang, Minggu (19/10/2025).

Pemilihan tersebut menjadi puncak dari rangkaian “Semarang CartoonFest 2025” dan FGD Museum Kartun Indonesia, yang digelar pada 18–19 Oktober 2025 dan diikuti ratusan kartunis dari berbagai daerah di Indonesia serta 141 kartunis dunia dari 25 negara.

Kegiatan ini sukses terselenggara berkat kerja sama dan kolaborasi apik antara pemerintah Kota Semarang, Persatuan Kartunis Indonesia (Pakarti) dan prodi Ilmu Seni dan Arsitektur Islam (ISAI) Fakultas Ushuluddin dan Humanniora UIN Walisongo Semarang.

Dukungan Penuh dari Kartunis dan Pemerintah

Terpilihnya Abdullah Ibnu Thalhah mendapat sambutan hangat dari para kartunis senior dan peserta Mubes.

Sosoknya dikenal sebagai akademisi, seniman, dan penggerak kebudayaan yang konsisten memperjuangkan pengakuan kartun sebagai warisan budaya visual bangsa.

Dalam pidato perdananya sebagai Ketua Umum PAKARTI, Abdullah menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.

“Amanah ini bukan sekadar jabatan, tapi tanggung jawab budaya. Kita akan menjadikan PAKARTI sebagai rumah besar para kartunis, tempat kreativitas, solidaritas, dan kritik sosial tumbuh bersama. Dan yang lebih penting, kita akan bekerja keras untuk mewujudkan Museum Kartun Indonesia sebagai simbol peradaban visual bangsa,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta Mubes.

Abdullah menambahkan bahwa kiprah para kartunis Indonesia telah menembus batas ruang dan waktu, menjadi bagian dari sejarah humor dan kritik sosial nasional yang perlu dijaga, didokumentasikan, dan diwariskan.

Pembukaan yang Meriah dan Berkesan

Sebelumnya, pameran internasional Semarang CartoonFest 2025 resmi dibuka pada Sabtu (18/10) oleh Samuel Wattimena, anggota Komisi VII DPR RI, didampingi Samsul Siregar dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang.

Dalam sambutannya, Samuel Wattimena menegaskan bahwa kartun memiliki kekuatan budaya yang luar biasa.

“Kartun bukan hanya humor; ia adalah cara berpikir, cara bangsa ini bercermin. Melalui kartun, kita melihat kemanusiaan dengan cara yang lebih lembut dan cerdas,” ujarnya.

Sementara itu, Samsul Siregar menegaskan dukungan Pemkot Semarang terhadap cita-cita besar para kartunis.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved