UKSW Salatiga
98,55 Persen Lulusan UKWS Langsung Bekerja, Rektor Prof Intiyas: Ini Hebatnya Jejaring Alumni
98,55 persen lulusan UKSW Salatiga mendapatkan pekerjaan pertamanya kurang dari enam bulan setelah lulus.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kembali menegaskan reputasinya sebagai kampus pencetak lulusan unggul yang siap bersaing di dunia kerja.
Dalam Wisuda Periode IV Tahun 2025 yang digelar di Balairung UKSW, Kamis (23/10/2025), Rektor UKSW, Prof Intiyas Utami menyampaikan berbagai capaian membanggakan sekaligus inovasi baru di lingkungan kampus yang dikenal dengan sebutan “Kampus Indonesia Mini.”
Dalam sambutannya, Prof Intiyas mengungkapkan hasil tracer study yang menunjukkan tingkat serapan kerja alumni UKSW sangat tinggi.
Baca juga: Balairung UKSW Mendadak Hening Saat Rektor Minta Perlihatkan Foto Orangtua, Wisudawan Menangis
Baca juga: 1.238 Creative Minority UKSW Mengukir Jejak di Wisuda Periode IV 2025, Berani Hadirkan Perubahan
“98,55 persen lulusan UKSW mendapatkan pekerjaan pertamanya kurang dari enam bulan setelah lulus."
"Jadi teman-teman winisuda jangan ragu, teman-teman akan menjadi Creative Minority yang membanggakan,” kata dia disambut tepuk tangan para wisudawan dan orangtua.
Lebih lanjut, Prof Intiyas memaparkan bahwa alumni UKSW telah menorehkan jejak berprestasi di berbagai bidang, baik di pemerintahan, dunia usaha, maupun media.
“Di antaranya ada Dance Ishak Palit, Ketua DPRD Kota Salatiga saat ini, Indrawan Supratikno yang pernah menjadi anggota DPR RI, Afiano Malik, news anchor di stasiun televisi nasional, bahkan Urelio S Guterez, Menteri Urusan Luar Negeri dan Kerja Sama Timor Leste periode 2017–2018,” sebutnya.
Menurut dia, keberhasilan para alumni tersebut menunjukkan bahwa semangat integritas dan kreativitas yang ditanamkan selama kuliah di UKSW benar-benar membentuk karakter yang kuat.
Dalam kesempatan itu, Prof Intiyas juga menegaskan komitmen UKSW dalam memperluas akses pendidikan bagi generasi penerus.
“Kami menyiapkan berbagai beasiswa dari jalur afirmasi, seni, kepemimpinan, hingga juara lomba. Kami berharap, selepas kakak-kakaknya lulus, adik-adiknya dikirim lagi ke UKSW,” harapnya.
Tak hanya itu, UKSW juga tengah menjalankan transformasi kurikulum sebagai bentuk adaptasi terhadap kebutuhan dunia modern.
Satu di antaranya, skripsi tidak lagi menjadi ujian akhir yang kaku, melainkan diubah menjadi tugas talenta unggul yang memberi ruang mahasiswa berkreasi dan berinovasi.
“Mahasiswa bisa menyampaikan gagasannya melalui pameran, expo fakultas, atau forum publik lainnya, tidak lagi ujian akhir, melainkan diseminasi karya.
Inilah bentuk pendidikan yang memberi ruang bagi talenta untuk tumbuh dan berdampak,” pungkas dia.
Baca juga: Budaya Populer Sebagai Magnet Wisata Global: Despar UKSW Hadirkan Perspektif Dunia dalam Webinar
Mendadak Hening
Di sisi lain, Balairung UKSW, Kamis (23/10/2025), berubah menjadi ruang penuh haru.
| UKSW dan Gereja Toraja Rayakan HUT ke-79, Dorong Peran Pendidikan bagi Generasi Muda |
|
|---|
| UKSW Dukung Pemkab Rote Ndao Tingkatkan Kapasitas Sumber Daya Manusia |
|
|---|
| Lewat Retreat Campus Ministry, UKSW Bangun Semangat Melayani dan Dukung Tri Dharma Perguruan Tinggi |
|
|---|
| Tugas Talenta Unggul Mahasiswa FBS UKSW, Dari Kearifan Lokal Menuju Keberlanjutan |
|
|---|
| Siapkan Wirausahawan Muda Unggul, UKSW Gelar Bimtek Proposal P2MW 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251023-_-Prosesi-Wisuda-Periode-IV-Tahun-2025-UKSW-Salatiga.jpg)