Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

P2B UIN Saizu Gelar FGD Evaluasi Tarif 2025 dan Rancang Skema Tarif 2026 yang Lebih Adaptif

P2B UIN Saizu Purwokerto menggelar FGD bertajuk “Evaluasi Implementasi Tarif 2025 dan Penyusunan Tarif Tahun 2026”.

Penulis: Laili Shofiyah | Editor: M Zainal Arifin
Istimewa
GELAR FGD: Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terus memperkuat tata kelola keuangan berbasis Badan Layanan Umum (BLU) yang efisien, transparan, dan adaptif. P2B menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Evaluasi Implementasi Tarif 2025 dan Penyusunan Tarif Tahun 2026” di Hotel Gulala Azana Guci, Tegal, pada 17–18 Oktober 2025. (Dok) 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terus memperkuat tata kelola keuangan berbasis Badan Layanan Umum (BLU) yang efisien, transparan, dan adaptif.

P2B menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Evaluasi Implementasi Tarif 2025 dan Penyusunan Tarif Tahun 2026” di Hotel Gulala Azana Guci, Tegal, pada 17–18 Oktober 2025.

FGD dihadiri jajaran pimpinan universitas, para Wakil Rektor, Plt Kepala Biro AUPK, Kepala Pusat, dosen, dan pemangku kepentingan dari berbagai unit kerja.

Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“FGD ini menjadi langkah penting dalam memastikan implementasi tarif yang seimbang antara layanan prima dan efisiensi pengelolaan keuangan kampus,” ungkapnya.

Baca juga: Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Belajar Digitalisasi Manuskrip dan Penulisan Ilmiah di UIN Saizu

Dia menegaskan pentingnya peran Pusat Pengembangan Bisnis (Pusbangnis) dalam menghadirkan inovasi serta menggali peluang ekonomi baru di lingkungan kampus.

“Kita harus belajar dari lembaga BLU lain yang telah maju untuk menemukan ruang-ruang bisnis baru yang relevan dengan kebutuhan sivitas akademika,” tambahnya.

Rektor menyoroti besarnya potensi ekonomi internal UIN Saizu yang melibatkan sekitar 15.000 sivitas akademika aktif setiap hari.

“Kampus ini adalah pasar yang hidup. Aktivitas dari pagi hingga malam menciptakan banyak kebutuhan mulai dari konsumsi hingga jasa. Ini peluang ekonomi yang harus dikapitalisasi secara kreatif dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Melalui forum ini, diharapkan hasil evaluasi implementasi tarif 2025 dapat menjadi dasar penyusunan tarif 2026 yang lebih adaptif terhadap dinamika kebutuhan kampus serta mendukung visi kemandirian ekonomi universitas.

Kegiatan strategis ini menjadi bagian dari upaya UIN Saizu dalam memastikan penerapan kebijakan tarif yang relevan dengan kebutuhan layanan publik sekaligus mendorong kemandirian ekonomi kampus.

Baca juga: Gelar Refleksi Hari Santri Nasional 2025, FTIK UIN Saizu Bahas Tantangan Santri di Dunia Digital

Dua narasumber utama turut memberikan pandangan mendalam, antara lain Aginta Geniusa, Kepala Seksi Tarif BLU Kementerian Keuangan dan Subchan Noorsyahid, Penelaah Teknis Kebijakan Tingkat III Kementerian Keuangan. 

Keduanya memaparkan kebijakan terkini terkait tarif BLU, evaluasi pelaksanaan tarif tahun berjalan, serta strategi penyusunan tarif baru yang berorientasi pada efisiensi dan peningkatan kualitas layanan publik di lingkungan perguruan tinggi.

Selain membahas kebijakan tarif, kegiatan ini juga menjadi wadah sinergi antarunit kerja dalam memperkuat tata kelola keuangan BLU yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada mutu layanan publik.

P2B berkomitmen melanjutkan perannya sebagai motor penggerak inovasi ekonomi kampus, sekaligus mitra strategis universitas dalam mewujudkan layanan pendidikan tinggi yang berkelanjutan dan berdaya saing. (Laili S/***)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved