Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banjarnegara

Merawat Serayu, Menjaga Harapan Energi Berkelanjutan

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) PB Soedirman yang dioperasikan Perusahaan Listrik Negara (PLN) itu terus dipacu di tengah derasnya sedimentasi.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: raka f pujangga
Tribunjateng/Khoirul Muzaki
JADI DARATAN - Kondisi Bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Panglima Besar Soedirman (Mrica) Banjarnegara, Jawa Tengah. Sebagian area waduk tertutup eceng gondok dan sedimen hingga menyerupai daratan, Selasa (21/10/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Tiga kapal pengeruk (dredger) terus beroperasi di Bendungan Panglima Besar (PB) Soedirman atau dikenal Waduk Mrica Banjarnegara, Jawa Tengah

Mesin itu tak henti mengeruk sedimen yang telah menyulap sebagian area waduk menjadi daratan. 

Ikhtiar mengurangi endapan lumpur yang mengancam operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) PB Soedirman yang dioperasikan Perusahaan Listrik Negara (PLN) itu terus dipacu, di tengah derasnya laju sedimentasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu. 

Baca juga: Hari Listrik Nasional, PLN UID Jateng dan DIY Bersama LAZiS Jateng Gelar Khitan Ceria

Ini bukan pekerjaan mustahil. Senior Manager PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Mrica Nazrul Very Andhi tetap optimis, pihaknya mampu mengendalikan sedimen waduk untuk menjaga keberlanjutan PLTA PB Soedirman.   

Air adalah nafas alias komponen utama yang tak tergantikan dalam proses pembangkitan listrik PB Soedirman. Karena itu, ketersediaan sumber energi baru terbarukan (EBT) tersebut wajib dirawat. 

“Minimal bisa mengurangi 2 persen dari 133 juta meter kubik sedimen, itu sudah bagus,”katanya, Selasa (21/19/2025).

Bendungan PB Soedirman bukan hanya ujung tombak operasional PLTA, tapi sekaligus urat nadi kehidupan masyarakat 5 kabupaten, yakni Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas dan Cilacap. 

Bicara bendungan tak melulu soal bisnis listrik. Waduk Mrica juga berfungsi mengalirkan air untuk irigasi yang menjangkau puluhan ribu hektar lahan pertanian di beberapa kabupaten.  Dari situ,  perekonomian warga, khususnya petani berdenyut. 

Waduk Mrica juga  berguna sebagai pengendali bencana banjir. Di situ luapan Sungai Serayu tertahan, lalu dialirkan secara terkendali untuk mencegah banjir di wilayah hilir. 

“PLTA tak hanya mendukung kedaulatan energy, tapi juga kedaulatan pangan lewat irigasi,”katanya

Sejak beroperasi tahun 1989, PLTA PB Soedirman nyaris tak pernah berkonflik dengan masyarakat. 

Ini membuktikan, bisnis berbasis EBT ini tak mencemari dan merugikan lingkungan. PLTA memang tak menghasilkan emisi gas rumah kaca karena tidak ada aktivitas pembakaran saat beroperasi. 

Sebaliknya, keberadaan PLTA PB Soedirman justru membawa berkah bagi warga. 

“PLTA dengan EBT itu besar di awal untuk investasinya, bikin bendungan pembebasan lahan, tapi seterusnya efisien,”katanya.

20251023_Waduk Panglima Besar Soedirman_2
PENGERUKAN SEDIMEN- Proses pengerukan sedimen di Waduk Panglima Besar Soedirman menggunakan kapal keruk (dredger). Laju sedimen di Waduk Mrica mencapai rata-rata 3,7 juta meter kubik setahun, Selasa (10/10/2025).

Problem Sedimentasi

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved