Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Aksi Damai Aliansi Mahasiswa UIN Saizu Kondusif, Rektor Tegaskan Komitmen Transparansi

Aliansi Mahasiswa UIN Saizu Purwokerto menggelar Aksi Damai pada dengan fokus pada tuntutan keterbukaan informasi terkait sejumlah isu kampus

Penulis: Adi Tri | Editor: galih permadi
IST
Aliansi Mahasiswa UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar Aksi Damai pada Jumat sore, 5 Desember 2025, dengan fokus pada tuntutan keterbukaan informasi terkait sejumlah isu kampus.  

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO- Aliansi Mahasiswa UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar Aksi Damai pada Jumat sore, 5 Desember 2025, dengan fokus pada tuntutan keterbukaan informasi terkait sejumlah isu kampus. 

Aksi yang awalnya berlangsung di depan Gedung Rektorat kemudian berlanjut ke audiensi terbuka di Lobby Gedung Rektorat Lantai 1 setelah massa dipersilakan masuk untuk berdialog langsung dengan pimpinan universitas.

Audiensi tersebut dihadiri oleh Rektor UIN Saizu, Prof. Ridwan, Wakil Rektor 1 Prof. Suwito, Wakil Rektor 2 Prof. Sulkhan Chakim, Dekan Fakultas Dakwah dan Saintek Dr. Muskinul Fuad, dan Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH) Dr. Hartono. 

Berjalannya aksi semakin terasa teduh ketika massa mahasiswa dan pimpinan universitas memilih duduk bersama di lantai Gedung Rektorat. Tanpa jarak dan tanpa mimbar, keduanya membaur dalam ruang yang setara untuk mendengarkan aspirasi serta berdiskusi dengan tenang.

Suasana yang awalnya riuh oleh orasi perlahan berubah menjadi dialog terbuka, menghadirkan momen kebersamaan yang menunjukkan bahwa komunikasi yang baik dapat tercipta saat semua pihak saling menghargai dan membuka diri.

Dalam kesempatan itu, mahasiswa menyampaikan sepuluh poin tuntutan, antara lain investigasi dugaan pungutan liar parkir pada wisuda November 2025, perbaikan fasilitas parkir, penguatan implementasi Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 tentang PPKS, penanganan kasus kekerasan seksual secara komprehensif, penguatan Satgas PPKS dan Dewan Etik, hingga desakan pemberlakuan kebijakan zero tolerance terhadap segala bentuk pelanggaran. 

Mahasiswa juga meminta peningkatan transparansi kebijakan dan pelibatan mahasiswa dalam berbagai proses penyelesaian masalah di lingkungan kampus.

Dalam kesempatan itu Rektor Prof Ridwan menerima seluruh tuntutan tersebut sebagai bentuk aspirasi yang sah dari mahasiswa. Ia menegaskan bahwa kampus membuka ruang dialog untuk memperbaiki berbagai aspek tata kelola.

“Saya terima ini sebagai masukan yang penting bagi kami. Beberapa sudah ditindaklanjuti, dan bagian lainnya akan kami bahas lebih lanjut sesuai mekanisme,” ujarnya dalam forum audiensi.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan komitmen kampus untuk menindaklanjuti isu-isu strategis yang menjadi perhatian mahasiswa. Dalam kesempatan tersebut, rektor juga menjelaskan beberapa isu yang menjadi sorotan, termasuk isu kesusilaan di lingkungan kampus.

Ia menegaskan bahwa penanganan pelanggaran kesusilaan memiliki mekanisme hukum yang harus dipahami bersama. “Dari sisi legal standing, soal kesusilaan adalah delik aduan, jadi Komisi Etik tidak dapat bekerja tanpa laporan. Karena itu, kalau Anda melihat, menyaksikan, atau mendengar, laporkan saja. Jangan ke media sosial, karena sesuatu yang belum jelas bisa dihakimi oleh massa,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa setiap laporan akan diproses melalui pemeriksaan oleh Komisi Etik. Terkait isu pungutan liar parkir, Rektor menegaskan bahwa praktik tersebut bukan kebijakan kampus dan bahkan merugikan nama baik UIN Saizu.

Wakil Rektor 2, Prof Sulkhan Chakim mengaku telah memanggil pihak-pihak terkait, melakukan pemeriksaan, serta memberikan teguran keras dan evaluasi terhadap oknum yang terbukti terlibat. Mereka telah mendapat pembinaan dan berjanji tak akan mengulangi.

Untuk mencegah kejadian serupa, dia menyampaikan bahwa area sebelah utara kampus yang saat ini sedang dibangun dan akan digunakan sebagai lahan parkir resmi pada wisuda berikutnya agar fasilitas lebih tertata dan nyaman.

Sementara Wakil Rektor 1 Prof Suwito turut memberikan penjelasan mengenai proses tindak lanjut yang akan ditempuh. Ia menyampaikan bahwa beberapa poin tuntutan telah direspons melalui langkah-langkah internal sebelumnya, sementara poin lainnya akan dibahas bersama unit-unit terkait. 

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved