Undip
Undip Bebaskan UKT untuk 92 Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera
Undip memberikan pembebasan UKT dan bantuan biaya hidup untuk mahasiswa yang terdampak bencana banjir bandang di Sumatera.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: M Zainal Arifin
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas Diponegoro (Undip) memberikan pembebasan UKT dan bantuan biaya hidup hingga kondisi normal untuk mahasiswa yang terdampak bencana banjir bandang yang terjadi di Sumatera.
Melalui Bidang 1 telah terdata 95 mahasiswa terdampak banjir dari jenjang S1, S2 maupun S3 yang tersebar di seluruh Fakultas/ Sekolah.
Rektor Undip Prof Suharnomo menyatakan proses pendataan masih terus dibuka sehingga dipastikan jumlahnya akan bertambah.
Dia menyampaikan bahwa gerakan Undip untuk Sumatera ini muncul dari panggilan nurani dan nilai kemanusiaan yang menjadi ruh perguruan tinggi.
“Sejak awal kami langsung bergerak. Tim pertama berangkat pada 2 Desember 2025, disusul tim kedua pada 10 Desember dengan fokus medis dan logistik. Kami berkoordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk para gubernur dan bupati, untuk memastikan bantuan tiba di titik yang paling membutuhkan,” ujarnya.
Rektor menambahkan, kepedulian Undip tidak berhenti pada masa darurat.
Tahap pemulihan jangka panjang yang mencakup aspek ekonomi, sosial, budaya, dan kesehatan masyarakat akan menjadi prioritas berikutnya. Pemetaan kebutuhan bersama pemerintah daerah dan tokoh masyarakat terus dilakukan agar intervensi yang diberikan tepat sasaran dan bersifat berkelanjutan.
“Tahap awal adalah memastikan layanan medis dan kebutuhan air bersih terpenuhi. Setelah itu, kami siap berpartisipasi pada pemulihan sosial dan ekonomi melalui pendampingan multidisiplin. Undip mungkin bukan yang terbesar, tetapi kami ingin menjadi bagian dari gerak yang membangkitkan kembali harapan,” tegasnya.
Baca juga: Unsoed Cepat Data Mahasiswa Terdampak dan Salurkan Donasi Bantu Korban Bencana di Sumatera
Pihaknya saat ini juga tengah mempersiapkan pengiriman teknologi desalinasi air siap minum untuk menjawab kebutuhan mendesak air bersih di kawasan terdampak yang sebelumnya telah diterapkan di berbagai wilayah pesisir Jawa.
Rencananya salah satu mesin dari 4 mesin desalinasi air akan dikirim melalui jalur darat pada Senin, 15 Desember 2025, sisanya menyusul.
Lebih lanjut, Prof Suharnomo menegaskan, bencana yang melanda beberapa wilayah Sumatera tidak hanya berdampak pada kerusakan fisik, tetapi turut memengaruhi stabilitas kesehatan, kondisi psikososial, pendidikan, hingga keberlangsungan ekonomi masyarakat.
Sebagai perguruan tinggi yang menjunjung nilai kemanusiaan, Undip merasa berkewajiban hadir dan bergerak cepat bukan sekadar menunjukkan empati, tetapi terlibat sebagai bagian dari solusi.
Dia menegaskan bahwa bencana memang meninggalkan luka, namun juga menghadirkan ruang bagi solidaritas.
“Undip akan terus hadir, sedikit demi sedikit, namun konsisten dan profesional. Ini panggilan kemanusiaan, dan kami akan menjalaninya sepenuh hati,” tuturnya.
Baca juga: Unnes Beri Keringanan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatra
Di bagian lain, sejak hari pertama pascabencana, Undip telah mengerahkan Diponegoro Disaster Assistance Response Team (D-DART) ke sejumlah wilayah terdampak. Dua gelombang relawan telah diberangkatkan ke Sumatera Barat, melibatkan tenaga kesehatan, paramedis, pendamping psikososial, serta bantuan logistik yang meliputi obat-obatan, selimut, peralatan kesehatan, dan dukungan air bersih.
Undip
Universitas Diponegoro
Korban Bencana Sumatera
banjir bandang
UKT
Tribunjateng.com
M Zainal Arifin
| Subspesialis Bedah Onkologi Undip Mantapkan Mutu Pendidikan Lewat Workshop |
|
|---|
| Konservasi Berbasis Teknologi: Mahasiswa UNDIP Kembangkan Vivarium Kunang-Kunang di Jladri Kebumen |
|
|---|
| Komitmen PSDKU Undip Dalam Membangun SDM Di Daerah |
|
|---|
| FEB UNDIP Membuka Program Studi Bisnis Digital yang Inovatif! |
|
|---|
| Laksanakan Program Wira Desa, IAAS Undip Produksi Cokelat Rasa Jahe di Gemawang Jambu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Gedung-Rektorat-Universitas-Diponegoro-Undip-Semarang.jpg)