Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pendidikan

Analisis Proses Rekrutmen dan Seleksi Cleaning Service di PT Mitra Pengusaha Indonesia

Proses rekrutmen dan seleksi merupakan bagian penting dalam manajemen sumber daya manusia karena berperan dalam menentukan kualitas tenaga kerja

|
Penulis: Adi Tri | Editor: galih permadi
dok Yuliyanti Setivani
Proses Rekrutmen dan Seleksi Cleaning Service di PT Mitra Pengusaha Indonesia 

Oleh Yuliyanti Setivani, Mahasiswa Psikologi Universitas Muria Kudus

PROSES rekrutmen dan seleksi merupakan bagian penting dalam manajemen sumber daya manusia karena berperan langsung dalam menentukan kualitas tenaga kerja yang dihasilkan. Menurut Qodri Z., M. L. (2016) dalam buku Panduan Lengkap HRD & GA, rekrutmen yang efektif harus dilaksanakan secara terencana, sistematis, dan terintegrasi antar tahapan. Prinsip tersebut tercermin dalam proses rekrutmen dan seleksi tenaga Cleaning Service yang diterapkan di PT Mitra Pengusaha Indonesia (MPI).

Tahap awal dalam proses rekrutmen adalah manpower planning atau perencanaan tenaga kerja. Dalam teori, tahap ini bertujuan untuk menentukan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan analisis jabatan, beban kerja, serta kemampuan perusahaan, dengan melibatkan koordinasi antara bagian Human Resource dan unit kerja terkait. Pada tahap ini PT MPI menunjukkan penerapan melalui permintaan user, di mana HR berkoordinasi dengan pihak pengguna jasa untuk mengetahui jumlah tenaga Cleaning Service yang dibutuhkan beserta kriteria yang diharapkan. Hal ini menunjukkan bahwa perencanaan tenaga kerja di PT MPI telah disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan tuntutan pekerjaan sebagaimana dijelaskan dalam teori.

Setelah kebutuhan tenaga kerja ditetapkan, tahap selanjutnya adalah pembuatan lowongan pekerjaan. Menurut Qodri Z., M. L. (2016), perusahaan perlu menyusun dan menyebarluaskan informasi lowongan kerja melalui media yang sesuai agar menjangkau pelamar yang tepat. Di PT MPI, tahap ini dilakukan dengan melakukan pengecekan database lamaran yang telah tersedia. Apabila belum ditemukan kandidat yang sesuai, HR melakukan pembaruan pamflet atau informasi lowongan kerja. Informasi lowongan disampaikan melalui website resmi mitragroup Indonesia dan media yang mudah diakses oleh calon pelamar, seperti media sosial dan jaringan komunikasi lokal, dengan isi yang disusun secara sederhana dan jelas agar pelamar memahami persyaratan sejak awal. Strategi ini sejalan dengan teori yang menekankan efisiensi pemanfaatan sumber pelamar internal maupun eksternal.

Tahap berikutnya adalah seleksi administrasi, yang bertujuan untuk menyaring pelamar berdasarkan kelengkapan dokumen dan kesesuaian dengan kriteria dasar pekerjaan. Di PT MPI, pelamar yang memenuhi persyaratan administrasi kemudian didata dan diproses ke tahap seleksi lanjutan. HR juga menyusun jadwal seleksi secara terstruktur agar pelaksanaannya berjalan efektif dan tidak mengganggu aktivitas kerja lainnya. Pengaturan jadwal ini mencerminkan prinsip efisiensi waktu sebagaimana dijelaskan dalam teori rekrutmen.

Selanjutnya, perusahaan memasuki tahap seleksi dan wawancara kerja. Secara teoritis, seleksi bertujuan untuk menilai kesiapan kerja, sikap, dan kesesuaian individu dengan tuntutan jabatan. Wawancara digunakan sebagai alat untuk menggali informasi mendalam mengenai motivasi, karakter, dan komitmen pelamar. Di PT MPI, seleksi Cleaning Service dilakukan secara umum melalui psikotes dan wawancara kerja. Wawancara difokuskan pada kesiapan bekerja, kedisiplinan, serta kemampuan mengikuti aturan perusahaan. Kandidat yang tidak memenuhi kriteria dinyatakan gugur dan dicatat dalam database blacklist pelamar yang gagal/ tidak lolos seleksi sebagai bentuk pengendalian mutu rekrutmen. Praktik ini sejalan dengan teori seleksi yang menekankan objektivitas dan konsistensi dalam pengambilan keputusan.

Berbeda dengan teori yang umumnya menempatkan orientasi setelah penerimaan karyawan, PT MPI menerapkan training Cleaning Service sebagai tahapan lanjutan setelah wawancara. Pada tahap ini, calon karyawan diberikan pembekalan soft skill dan keterampilan teknis dasar, seperti teknik mengepel, pencampuran chemical yang benar, penggunaan alat kebersihan, serta pemahaman standar operasional prosedur (SOP) Cleaning Service. Training ini tidak hanya berfungsi sebagai pembekalan kerja, tetapi juga sebagai alat seleksi lanjutan untuk menilai kesiapan kerja secara langsung. Kandidat yang tidak memenuhi standar selama training tidak dilanjutkan ke tahap berikutnya. Pendekatan ini tetap relevan dengan teori manajemen SDM karena bertujuan memastikan kesesuaian antara individu dan pekerjaan (person–job fit).

Kandidat yang dinyatakan lulus training selanjutnya memasuki tahap penandatanganan kontrak kerja, dilanjutkan dengan penerbitan surat pengantar masuk kerja. Setelah itu, karyawan resmi mulai bekerja di lokasi penempatan. Tahap ini selaras dengan konsep orientasi karyawan baru dalam teori, di mana karyawan diperkenalkan dengan sistem kerja, aturan, dan lingkungan kerja agar dapat beradaptasi secara optimal sejak awal masa kerja.

Secara keseluruhan, proses rekrutmen dan seleksi Cleaning Service di PT Mitra Pengusaha Indonesia telah dilaksanakan secara terstruktur dan sistematis sesuai dengan tahapan rekrutmen dalam teori manajemen sumber daya manusia. Adanya penyesuaian, seperti penempatan training sebelum orientasi formal, merupakan bentuk adaptasi perusahaan terhadap karakteristik pekerjaan Cleaning Service yang menuntut keterampilan praktis dan kedisiplinan tinggi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa proses rekrutmen di PT MPI tidak hanya relevan dengan teori, tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan operasional perusahaan.

Berdasarkan pengalaman Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PT Mitra Pengusaha Indonesia, penulis memperoleh gambaran langsung mengenai pelaksanaan proses rekrutmen dan seleksi tenaga kerja Cleaning Service. Selama PKL, penulis terlibat dalam kegiatan pendukung HR, seperti penyebaran informasi lowongan kerja, screening berkas lamaran, penjadwalan wawancara, serta membantu pelaksanaan psikotes dan administrasi seleksi.

Selain itu, penulis juga membantu kegiatan administrasi kepegawaian, seperti pengarsipan berkas karyawan, penginputan data, pengelolaan PKWT, pencatatan cuti dan absensi, serta mengamati pelaksanaan training dan kegiatan pendukung lainnya. Melalui pengalaman ini, penulis memahami bahwa proses rekrutmen di PT Mitra Pengusaha Indonesia dilaksanakan secara terstruktur dan disesuaikan dengan kebutuhan operasional perusahaan, sehingga teori yang dipelajari di perkuliahan dapat diterapkan secara nyata di dunia kerja. 202260129@std.umk.ac.id

DAFTAR PUSTAKA

Qodri Z., M. L. (2016). Panduan lengkap HRD & GA: Human resources division & general affair. RAS.  (***)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved