Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UKSW Salatiga

UKSW Berduka, Pendeta Emeritus Doktor Sutarno, Rektor UKSW Periode 1973–1983 Berpulang

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kehilangan dan berduka atas berpulangnya salah satu putra terbaiknya, Pendeta Emeritus Dr. Sutarno

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
UKSW kehilangan dan berduka atas berpulangnya salah satu putra terbaiknya, Pendeta Emeritus Dr. Sutarno, Rektor UKSW Periode 1973–1983, yang telah mengakhiri perjalanan ziarah imannya pada Kamis (8/1/2026). 

“Waktu saya belajar (nyetir), saya sering salah bahkan nyerempet, rusak mobilnya, tapi Bapak tidak pernah marah,” kenangnya.

Ia juga menyoroti komitmen almarhum terhadap pemerataan pendidikan, khususnya melalui kebijakan dan program yang membuka akses mahasiswa dari Indonesia Timur untuk menempuh pendidikan di UKSW, sebagai upaya nyata mengurangi ketimpangan dan kesenjangan pendidikan.

Jejak Panjang Pendeta Emeritus Dr. Sutarno

Pendeta Emeritus Dr. Sutarno lahir pada Jumat, 23 Februari 1934, di Bobotsari, sebuah desa kecil di Kabupaten Banyumas.

Bobotsari hanyalah tempat ia “numpang lahir”, karena ayahnya yang merupakan Kepala Sekolah Rakyat segera berpindah tugas ke Yogyakarta.

Masa kanak-kanak hingga remajanya dijalani di Kota Pelajar, Yogyakarta.

Meski tidak berasal dari keluarga Kristen, ayahnya menyekolahkan anak-anaknya di Holands Javaans School (HJS) met de Bijbel “Kulon”.

Sutarno menempuh pendidikan SMP di Taman Siswa, tempat ia menyerap nilai-nilai budi pekerti sekaligus mengembangkan bakat seni, musik, dan tari tradisional.

Pendidikan SMA dijalaninya di SMA B Negeri 1 Yogyakarta, sebelum akhirnya berpindah ke SMA Bopkri 1 demi menyesuaikan kondisi kesehatannya.

Perjumpaannya dengan iman Kristen berlangsung secara personal dan reflektif.

Ia mengikuti katekisasi di bawah bimbingan Pendeta Sangidjo dari GKJ Mergangsan, Yogyakarta, dan pada 2 Mei 1954 menerima Sakramen Baptis Dewasa, empat belas bulan setelah ayahnya berpulang. 

Panggilan pelayanannya kian nyata ketika ia menempuh pendidikan teologi di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta, lulus pada tahun 1959.

Di masa ini, ia aktif dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Persekutuan Mahasiswa Teologi Jakarta.

Pada 28 Maret 1963, ia ditahbiskan sebagai Pendeta Pelayanan Mahasiswa di Semarang.

Perjalanan akademiknya membawanya ke Vrije Universiteit (VU), Amsterdam, tempat ia meraih gelar Doktorandus Teologi pada 1967 dan kemudian Doktor Teologi bidang Etika Politik pada 1970.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved