Senin, 8 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Mahasiswa PGSD UMP Purwokerto Gelar Pameran Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Pameran karya seni ini sebagai luaran pembelajaran Mata Kuliah Pendidikan Seni Rupa pada Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026.

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG
KARYA SENI - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menampilkan karya seni rupa tiga dimensi, Rabu (7/1/2026). Pameran karya seni ini sebagai luaran pembelajaran Mata Kuliah Pendidikan Seni Rupa pada Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menampilkan karya seni rupa tiga dimensi, Rabu (7/1/2026).

Pameran karya seni ini sebagai luaran pembelajaran Mata Kuliah Pendidikan Seni Rupa pada Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026.

Kegiatan ini merupakan hasil pembelajaran berbasis proyek yang diampu oleh Dr. Lia Mareza, M.A., dosen seni rupa PGSD UMP.

Baca juga: Wujudkan UMP Purwokerto sebagai Rumah Hizbul Wathan pada Milad ke-107

10012025 pameran karya seni tiga dimensi mahasiswa UMP Purwokerto
KARYA SENI - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menampilkan karya seni rupa tiga dimensi, Rabu (7/1/2026). Pameran karya seni ini sebagai luaran pembelajaran Mata Kuliah Pendidikan Seni Rupa pada Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026.

Dr. Lia Mareza, M.A., menjelaskan bahwa pada semester ini mata kuliah Pendidikan Seni Rupa diikuti oleh mahasiswa semester tiga dan semester lima.

Hal tersebut terjadi karena pada tahun akademik berjalan, Prodi PGSD sedang melaksanakan dua kurikulum secara bersamaan, sehingga terdapat dua angkatan yang mengambil mata kuliah yang sama.

"Dalam mata kuliah Pendidikan Seni Rupa terdapat 14 kali pertemuan. Pada tahap awal, mahasiswa dibekali teori, kemudian setiap minggu mereka mempelajari dan mempraktikkan berbagai teknik seni rupa. Setelah menguasai teknik-teknik tersebut, mahasiswa diarahkan untuk menghasilkan sebuah produk," jelasnya.

Karya seni rupa tiga dimensi yang dihasilkan merupakan output pembelajaran selama satu semester.

Baca juga: UMP Purwokerto Raih Terbaik 4 PT Paling Aktif di Anugerah Abdidaya Ormawa 2025

Proses pengerjaan karya secara intensif dilakukan pada tiga pertemuan terakhir, sementara proses pengembangan ide dan gagasan telah dimulai sejak setelah Ujian Tengah Semester (UTS).

“Sejak setelah UTS, mahasiswa sudah mulai mempresentasikan gagasan karya. Dari situ saya melakukan kurasi untuk menilai apakah ide tersebut dapat dieksekusi secara teknis. Setelah itu, menjelang tiga pertemuan terakhir, mahasiswa mulai mengeksekusi karya secara material,” ungkap Dr. Lia Mareza, M.A.

Proyek karya seni ini dikerjakan secara kelompok dalam satu kelas. Hal tersebut dilakukan karena mata kuliah seni di PGSD mencakup seni rupa, seni musik, dan seni tari, sehingga setiap mahasiswa memiliki keunggulan yang berbeda.

Baca juga: Kampung Inggris UMP Gelar Pelatihan Bahasa untuk UMKM di Kota Lama Banyumas

“Ada mahasiswa yang menonjol pada aspek ide, ada pula yang kuat pada teknik. Oleh karena itu, saya memfasilitasi agar mereka bisa saling berkolaborasi dan belajar satu sama lain,” tambahnya.

Selama perkuliahan, mahasiswa mempelajari berbagai teknik seni rupa, mulai dari pemilihan karakter, eksplorasi warna melalui lingkaran warna, pembuatan kolase, teknik lilin, melukis dengan cat air, pastel, dan krayon, hingga menggambar sketsa tangan serta melukis objek secara langsung di lapangan.

“Semua teknik tersebut terintegrasi dan digunakan kembali saat mahasiswa membuat karya. Harapannya, mereka memiliki dasar yang kuat dan pengalaman lengkap, mulai dari proses gagasan hingga menjadi sebuah karya seni,” jelas.

Ia menegaskan bahwa pengalaman ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebagai calon guru di sekolah dasar. Dengan pemahaman teknik dan proses berkarya, mahasiswa diharapkan mampu memfasilitasi kreativitas siswa secara optimal.

Baca juga: UMP Purwokerto Gelar Pelatihan Jumantik Inklusif, Pertuni: Buka Akses Penyandang Disabilitas

“Mahasiswa tidak hanya mencontohkan, tetapi mampu membimbing siswa untuk berpikir kreatif dan memahami proses penciptaan karya seni,” pungkasnya.

Keterampilan Seni Rupa

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved