UIN Walisongo Semarang
Teologi Digital Wasathiyyah, Prof. Mudhofi Tawarkan Jalan Tengah Hadapi AI dan Polarisasi Keagamaan
Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mengukuhkan 10 Guru Besar dalam Sidang Senat Terbuka
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
Dalam konteks generative AI, ia menegaskan bahwa manusia harus tetap menjadi agen aktif dan kritis dalam memproduksi dan menafsirkan wacana teologis.
“AI tidak boleh dijadikan satu-satunya rujukan dalam persoalan teologi. Penalaran mendalam dan dimensi humanisme harus tetap dikedepankan,” ujarnya.
Prof Mudhofi menempuh pendidikan S1 Pendidikan Bahasa Arab IAIN Sunan Kalijaga, S2 Islamic Studies Pascasarjana IAIN Sumatera Utara dan S3 Studi Islam Pascasarjana UIN Walisongo.
Pengukuhan Prof. Mudhofi bersama sembilan guru besar lainnya menegaskan komitmen UIN Walisongo Semarang dalam mengembangkan kajian keislaman yang moderat, kontekstual, dan relevan dengan tantangan zaman, khususnya dalam menghadapi perubahan lanskap keberagamaan di era digital dan kecerdasan artifisial.(***)
| Akselerasi Internasionalisasi, Rektor UIN Walisongo Lantik 115 Pejabat Baru |
|
|---|
| Rektor UIN Walisongo Dorong Kepemimpinan Responsif dan Berintegritas di Level Middle Management |
|
|---|
| UIN Walisongo Lantik Pejabat Baru, Perkuat Tata Kelola Kelembagaan |
|
|---|
| PBI UIN Walisongo Gelar Academic Excursion Bersama UHN Sugriwa Denpasar |
|
|---|
| Perkuat Zona Integritas, UIN Jurai Siwo Lampung Lakukan Studi Tiru ZI WBK–WBBM ke UIN Walisongo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260216_uinWS684847.jpg)