Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pendidikan

Terinspirasi Perjuangan Ayah, Mahasiswa UKSW Ciptakan Smart Assistance Terapi Stroke

Mahasiswa FTEK UKSW Salatiga sukses menciptakan solusi inovatif bernama PhysioTrack: Smart Assistance for Stroke Therapy.

Tayang:
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
Istimewa/UKSW SALATIGA
JUARA 1 - Mahasiswa UKSW Salatiga meraih Juara 1 Best Team kategori mahasiswa dalam Kompetisi bergengsi Samsung Innovation Campus Batch 7, belum lama ini. Mereka sukses menciptakan solusi inovatif bernama PhysioTrack: Smart Assistance for Stroke Therapy. 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Keterbatasan akses rehabilitas masih menjadi tantangan besar bagi pasien pasca stroke di Indonesia.

Tidak sedikit pasien mengalami kesulitan untuk menjalani terapi secara rutin karena jarak, biaya, dan masalah keterbatasan tenaga medis.

Melihat tantangan tersebut mahasiswa Fakultas Elektronika dan Komputer (FTEK) UKSW Salatiga menciptakan solusi inovatif bernama PhysioTrack: Smart Assistance for Stroke Therapy.

Baca juga: Satu Cinta Raih Kemenangan, Tim Basket UKSW Bersinar di Hari Valentine

Sebuah smart assistance terapi pasca stroke yang bisa dilakukan di rumah.

Namun demikian, penggunaan inovasi ini  tetap terukur dan terpantau sesuai dengan arahan dokter atau terapis.

Inovasi yang ini dirancang oleh Gaezka Ardhika Putra, Adriel Fabian Suryoto, Benedictus Samuel, dan Bagus Satrio Wicaksono ini sukses meraih Juara 1 Best Team kategori mahasiswa dalam Kompetisi bergengsi Samsung Innovation Campus Batch 7.

Inovasi ini berawal dari pengalaman pribadi salah seorang anggota tim, Bagus Satrio Wicaksono.

Ide ini lahir dan bisa menjadi alternatif pengobatan pasca stroke.

Ayah Bagus Satrio sempat mengalami stroke dan perjuangannya menjalani proses rehabilitasi di rumah sakit menginspirasinya menciptakan PhysioTrack.

Dia menceritakan, proses perancangan PhysioTrack tidak berlangsung secara instan, melainkan melalui berbagai tahapan yaitu pembelajaran, diskusi mendalam, riset, perancangan teknologi, hingga penyempurnaan solusi secara berkelanjutan selama kurang lebih enam bulan.

"Kami melihat permasalahan di sekitar."

"Kemudian, tim ini mulai brainstorming dan riset singkat untuk menentukan masalah yang sangat dibutuhkan masyarakat dan relevan," jelasnya, Rabu (25/2/2026).

Dari riset itu, lanjut dia, lahir ide membuat PhysioTrack sebagai solusi untuk proses rehabilitas pasca stroke. Prototype ini sudah di uji coba kepada salah satu pasien pasca stroke di Salatiga.

Anggota tim lainnya, Adriel Fabian Suryoto menyampaikan, inovasi yang dirancang menggunakan pendekatan berbasis teknologi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI).

Baca juga: Saat Puluhan Mahasiswa Asing UKSW Salatiga Belajar Mengolah Singkong: It’s Amazing

Melalui teknologi smart assistance ini setiap gerakan terapi dapat direkam, dianalisis, dan dipantau dari jarak jauh oleh tenaga medis sehingga akses terapi pasca stroke lebih mudah dilakukan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved