Berita Pendidikan
Disdik Jateng Soroti Relokasi PPPK dan Kekosongan 162 Jabatan Kepala Sekolah
Disdik Jateng komitmen menyelesaikan persoalan relokasi guru PPPK, distribusi tenaga pendidik, hingga kekosongan kepala sekolah.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Disdik Jateng menegaskan komitmennya menyelesaikan persoalan relokasi guru PPPK, distribusi tenaga pendidik, hingga kekosongan kepala sekolah.
Hal itu disampaikan Kepala Disdik Jateng, Sadimin dalam forum Interaktif Pemantauan dan Evaluasi terhadap Raperda dan Perda Penyelenggaraan Pendidikan di Kantor DPD RI Provinsi Jawa Tengah, Jalan Imam Bonjol Semarang, Kamis (26/2/2026).
Forum ini juga menghadirkan Anggota DPD RI Dapil Jateng Muhdi, Kepala Disdik Kota Magelang Nurwiyono Slamet Nugroho, Kepala Dewan Pendidikan Jateng Prof Rustono, dan Kepala PGRI Kota Semarang Nur Khoiri.
Sadimin mengungkapkan, salah satu persoalan mendesak yang dihadapi saat ini adalah relokasi guru PPPK yang belum sepenuhnya tuntas akibat kendala sistem dari pusat.
Baca juga: 38,71 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Bagaimana Kesiapan Pemerintah?
• Cilacap Bisa, Banyumas Kok Tidak: Bangkit Heran Pemkab Enggan Bantu Calon Pekerja Migran
“Saat ini ada 602 guru yang sudah kami berikan SPT dan mengajar di tempat yang memenuhi minimal 24 jam."
"Namun honornya masih mengikuti induk lama, sehingga Tunjangan Profesi Guru belum bisa cair."
"Guru menuntut diterbitkannya SPMT, tetapi kewenangan itu ada di pusat, karena sistemnya dibuat pusat,” jelasnya.
Dari total 602 pengajuan relokasi, sekira 374 guru telah sinkron dengan sistem RTG (Ruang Talenta Guru), sementara sisanya belum dapat diproses karena keterbatasan formasi dalam sistem nasional.
Menurut Sadimin, meskipun kebijakan pusat memperbolehkan relokasi karena ada pejabat pembina kepegawaian di daerah, implementasinya tetap terkendala sistem yang terkunci secara terpusat.
“Kami sudah berkirim surat resmi dan menyampaikan langsung saat bertemu menteri maupun Kepala BKN."
"Harapannya persoalan ini segera diselesaikan agar guru bisa bekerja nyaman,” tegasnya.
Selain relokasi PPPK, Disdik Jateng juga menyoroti distribusi guru yang belum merata.
Beberapa mata pelajaran, misalnya seperti matematika mengalami kelebihan pendaftar hingga dua kali lipat dari kuota yang dibutuhkan, sementara untuk mapel lain seperti fisika justru kekurangan.
“Ada penumpukan di kota, sementara daerah pinggiran masih kurang."
"Kami berupaya menyesuaikan penempatan agar guru tetap bisa mengajar optimal dan lebih dekat dengan domisilinya,” ujarnya.
| Jejak Sejarah Lomba Cerdas Cermat di Indonesia, Mengapa Tetap Relevan Hingga Kini? |
|
|---|
| Tips Mencegah Anak Terjebak Tawuran di Musim Kelulusan Sekolah |
|
|---|
| Bisa Lacak Korban Bencaana, Kecoa Robot Mahasiswa Undip Semarang Sabet Medali Emas di Malaysia |
|
|---|
| Pedoman Memilih Jurusan Kuliah, Bukan Sekadar Label Kampus Tapi Sesuaikan Kebutuhan Industri |
|
|---|
| UT Purwokerto Bekali Mahasiswa Cerdas Finansial di Era Pajak Digital |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260226-_-Dialog-Interaktif-DPD-RI-Jateng.jpg)