Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Dekan FUAH UIN Saizu Ajak Umat Hadirkan Wajah Ceria ala Surga di Ramadan

Dekan FUAH UIN Saizu ajak umat tampil ceria dan bersyukur di Ramadan lewat tafsir Surah Al-Ghasiyah tentang wajah penghuni surga.

Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Dekan FUAH UIN Saizu ajak umat tampil ceria dan bersyukur di Ramadan lewat tafsir Surah Al-Ghasiyah tentang wajah penghuni surga. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO- Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUAH) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Dr. Hartono mengajak umat Islam menampilkan wajah ceria dan penuh syukur dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana gambaran wajah penghuni surga dalam Surah Al-Ghasiyah.

Pesan itu disampaikan Dr. Hartono dalam program Lentera Ramadan UIN Saizu Purwokerto. Ia mengulas kandungan Surah Al-Ghasiyah yang menggambarkan dua kondisi wajah manusia di hari akhir.

“Dalam Surah Al-Ghasiyah disebutkan, wujuhun yauma’idzin khasyi’ah pada hari itu banyak wajah yang tertunduk lesu. Sementara wujuhun yauma’idzin na’imah pada hari itu ada wajah-wajah yang berseri-seri,” ujarnya.

Dr. Hartono menjelaskan, ayat tentang wajah tertunduk lesu berkaitan dengan gambaran kehidupan yang penuh penderitaan di neraka.

Sebaliknya, wajah yang berseri-seri merujuk pada kenikmatan dan kebahagiaan penghuni surga. 

Menurutnya, pesan Al-Qur’an ini tidak hanya relevan untuk kehidupan akhirat, tetapi juga menjadi refleksi bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan di dunia.

“Kita sebenarnya bisa memilih, mau menghadirkan wajah seperti orang di surga atau wajah seperti orang di neraka. Itu sangat tergantung pada apa yang kita ingat dan kita tanamkan dalam hati,” jelasnya.

Dia menekankan bahwa cara sederhana untuk menghadirkan wajah ceria adalah dengan mengingat nikmat-nikmat Allah SWT.

Ketika seseorang lebih fokus pada hal-hal baik dan penuh syukur, maka hati menjadi lapang dan wajah pun memancarkan kebahagiaan.

“Kalau yang kita ingat hal-hal yang tidak enak, yang menyusahkan, maka hati menjadi berat. Dan itu pasti terlihat di wajah kita,” katanya. Sebaliknya, ketika seseorang membiasakan diri mengingat kebaikan dan karunia Allah, maka secara psikologis ia akan merasa tenang dan bahagia. Ekspresi wajah pun menjadi lebih ramah dan menyenangkan.

Dr. Hartono menyebut, nikmat Allah dalam hidup sangatlah banyak. Tinggal bagaimana manusia mengelola pikirannya untuk memilih fokus pada hal-hal positif atau sebaliknya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar umat Islam tidak hanya mengklaim sebagai calon penghuni surga, tetapi juga menampilkan karakter dan ekspresi yang mencerminkan nilai-nilai surga.

“Jangan sampai kita mengaku muslim, tetapi justru menampilkan wajah yang muram dan penuh keluhan. Wajah orang Islam seharusnya seperti wajah penghuni surga berseri dan penuh kebahagiaan,” tegasnya.

Dia juga mengutip kondisi psikologis penghuni surga yang digambarkan dalam Al-Qur’an sebagai keadaan saling ridha: Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah (radhiyallahu ‘anhum wa radhu ‘anhu).

Menurutnya, ketika seseorang merasa bahagia karena iman dan yakin bahwa Allah pun ridha kepadanya, maka sejatinya ia telah merasakan “surga” dalam kehidupannya di dunia.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved