Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Rapat Koordinasi Humas PTKN Digelar, Kemenag Tekankan Strategi Komunikasi Proaktif dan Berbasis Data

Kementerian Agama Republik Indonesia dorong humas PTKN terapkan komunikasi proaktif berbasis data untuk perkuat citra dan daya saing.

Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Kementerian Agama Republik Indonesia dorong humas PTKN terapkan komunikasi proaktif berbasis data untuk perkuat citra dan daya saing. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO- Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama RI menggelar Rapat Koordinasi Kehumasan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), Selasa (31/3/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran humas dalam menghadapi tantangan komunikasi publik di era digital.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag RI, Dr. Thobib al-Asyhar.

Hadir pula sejumlah perwakilan humas PTKN, termasuk Koordinator Humas UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Safrudin Aziz.

Dalam sambutannya, Dr. Thobib menegaskan bahwa humas Kemenag dan PTKN saat ini tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga harus mampu memitigasi dan menangani isu-isu strategis yang berkembang di lingkungan PTKN.

“Humas harus mampu memahami konteks PTKN saat ini serta menyusun narasi yang kuat untuk menampilkan keunggulan institusi, baik dari sisi produk maupun sumber daya manusia,” ujarnya.

Dia juga menekankan pentingnya menampilkan transformasi kelembagaan, khususnya perubahan dari IAIN menjadi UIN, sebagai nilai tambah yang dapat ditawarkan kepada masyarakat.

Selain itu, setiap PTKN diminta untuk menonjolkan distingsi atau keunikan masing-masing institusi.

“Analisis terhadap kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan menjadi kunci agar humas mampu membangun narasi yang menarik dan relevan bagi publik,” tambahnya.

Sementara itu, Kasubbag TU Diktis, Ajang Pradita, menekankan pentingnya kolaborasi antara humas PTKN dan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis). 

Menurutnya, sinergi publikasi harus terus diperkuat, termasuk mendorong seluruh civitas akademika untuk aktif mengikuti media sosial Diktis sebagai pusat informasi pendidikan tinggi Islam.

“Media sosial Diktis menjadi salah satu kanal utama untuk menyebarluaskan informasi tentang mahasiswa, riset, hingga prestasi dosen dan mahasiswa,” jelasnya.

Staf Khusus Menteri Agama RI Bidang Komunikasi Publik dan Media, Ismail Cawidu, turut memberikan pemaparan terkait kebijakan komunikasi publik Kemenag.

Ia menegaskan bahwa peran humas saat ini harus berubah dari sekadar reaktif menjadi proaktif dan pre-emptive dalam menghadapi isu.

“Humas harus mampu mengantisipasi isu sebelum berkembang luas. Penguasaan regulasi juga menjadi hal penting dalam mendukung komunikasi publik yang efektif,” ujarnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved