Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN Walisongo Semarang

UIN Walisongo Rayakan Dies Natalis Ke-56, Tegaskan Peran Mercusuar Peradaban Suara Kemanusiaan

Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka dalam rangka memperingati Dies Natalis

Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-56 di Gedung Tgk Ismail Yakub pada Senin (6/4/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-56 di Gedung Tgk Ismail Yakub pada Senin (6/4/2026).

Mengusung semangat kemajuan, momentum ini menjadi refleksi atas capaian universitas dalam setahun terakhir serta penegasan komitmen terhadap nilai kemanusiaan dan keberanian intelektual.

Acara yang diikuti oleh sekitar 500 sivitas akademika dan tamu undangan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Senat, Prof. Ibnu Hadjar.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa UIN Walisongo harus terus adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar visinya.

“UIN Walisongo harus menjadi mercusuar ilmu pengetahuan dan peradaban Islam. Kita wajib meningkatkan kualitas pendidikan, tata kelola yang akuntabel, serta melahirkan lulusan yang cerdas secara intelektual sekaligus memiliki kepekaan sosial yang tinggi,” tegas Prof. Ibnu Hadjar.

Capaian 1 Tahun Terakhir

Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., dalam laporan tahunannya memaparkan berbagai progres strategis yang telah dicapai universitas.

Ia menyoroti penguatan infrastruktur akademik dan komitmen universitas dalam meningkatkan daya saing global melalui berbagai inovasi riset dan pengabdian masyarakat yang berdampak nyata.

Orasi Ilmiah “Merawat Bumi, Merawat Kemanusiaan”

Puncak acara diisi dengan orasi ilmiah yang menggugah oleh Dekan Fakultas Kedokteran UIN Walisongo, Dr. dr. Sugeng Ibrahim, M.Biomed.

Dengan judul “Merawat Bumi, Merawat Kemanusiaan: Peran Kedokteran, Konstitusi, dan Nurani Bangsa”, Dr. Sugeng menekankan bahwa kehadiran Fakultas Kedokteran di UIN Walisongo bukan sekadar mencetak praktisi medis, melainkan penjaga kehidupan.

“FK UIN Walisongo melangkah ke depan dengan terapi regeneratif berbasis stem cell untuk menjawab tantangan penyakit berat. Namun lebih dari itu, kita melahirkan dokter yang mengabdi hingga pelosok dan memahami bahwa kesehatan manusia tidak terpisahkan dari kesehatan bumi,” ujarnya.

Disampaikan pula tentang peran kemanusiaan dan kritik tajam terhadap Ketidakadilan Global.

Dalam orasinya yang provokatif dan penuh semangat, Dr. Sugeng juga menyinggung kemandirian bangsa di kancah internasional.

Ia mengutip pantun rakyat, “Buah belimbing dijual di Pasar Asemka/Hanya kambing yang takut kepada Amerika,” sebagai sindiran terhadap mentalitas inferior bangsa di hadapan kekuatan asing.

“Kita bukan kambing yang mudah digiring. Kita adalah bangsa besar, Kita tidak boleh takut pada kekuatan mana pun hanya karena mereka memiliki senjata atau ekonomi yang lebih besar. Keadilan tidak berpihak pada kekuatan, melainkan pada kebenaran,” serunya di hadapan para hadirin.

Ia juga mengingatkan bahwa politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif harus berlandaskan nurani, bukan sekadar terjebak dalam narasi identitas atau kepentingan kekuatan besar.

Sinergi Ilmu dan Keberanian

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved