UIN SAIZU Purwokerto
Refleksi Pengukuhan Guru Besar UIN Saizu: Ketua Senat Tegaskan Ilmu Tak Pernah Pensiun
Pengukuhan Guru Besar UIN Saizu jadi refleksi: ilmu tak pernah pensiun, peran akademisi terus hidup melalui gagasan, riset, dan pengabdian.
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
Refleksi ini menempatkan Guru Besar sebagai simpul penting dalam ekosistem akademik: penghubung antara tradisi dan inovasi, antara pengalaman dan kemungkinan masa depan.
Dalam konteks visi “Kampus Desa Mendunia” yang diusung UIN Saizu, peran Guru Besar menjadi semakin strategis.
Mereka tidak hanya memperluas jangkauan keilmuan, tetapi juga memperdalam makna dalam membaca realitas lokal.
Kehadiran Guru Besar diharapkan mampu menghidupkan ruang-ruang intelektual, mulai dari pusat studi, forum pemikiran, hingga pembimbingan generasi muda.
Refleksi pengukuhan ini pada akhirnya bermuara pada satu pesan utama: ilmu adalah cahaya yang tidak pernah padam.
Perguruan tinggi tidak hanya bertugas melahirkan cahaya baru, tetapi juga merawat cahaya yang telah matang.
Dengan pengukuhan ini, UIN Saizu kembali meneguhkan komitmennya untuk menjadi kampus yang unggul, progresif, dan berdaya saing global.
Lebih dari itu, momentum ini menjadi pengingat bahwa perjalanan akademik sejatinya tidak memiliki garis akhir karena ilmu, pada hakikatnya, akan selalu menemukan jalannya untuk terus menerangi. (***)
| Kembangkan Aplikasi Spiritual Care, Aris Fitriyani Menjadi Doktor Ke-87 Pascasarjana UIN Saizu |
|
|---|
| Menteri Agama Tegaskan Pesantren Harus Jadi Ruang Aman bagi Anak, Kekerasan Tak Boleh Ditoleransi |
|
|---|
| Hadirkan Dewan Pengawas BLU, UIN Saizu Perkuat Tata Kelola Keuangan dan Optimalisasi Layanan Kampus |
|
|---|
| Prof Ridwan: UIN Saizu Tidak Bisa Lepas dari Peran Media |
|
|---|
| UIN Saizu Perkuat Sinergi dengan Media Lewat FGD Strategi Media Relation 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260425_Gurubesar_saizu.jpg)