Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pendidikan

Tips Mencegah Perundungan di Sekolah, Selalu Waspada Celah Waktu di Jam Istirahat

Kasus perundungan yang baru-baru ini terjadi di sebuah Sekolah Dasar di Brebes menjadi pengingat pahit bagi dunia pendidikan.

Tayang:
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
SHUTTERSTOCK
ILUSTRASI kasus perundungan di sekolah. Berikut adalah tips mencegah perundungan efektif bagi pihak sekolah dan orang tua , terutama di jam-jam rawan. 

TRIBUNJATENG.COM - Kasus perundungan yang baru-baru ini terjadi di sebuah Sekolah Dasar di Brebes menjadi pengingat pahit bagi dunia pendidikan.

Peristiwa tersebut menyoroti satu fakta kritis: perundungan sering kali terjadi di "celah waktu", yakni momen singkat saat guru baru saja selesai mengajar dan ruang kelas ditinggalkan tanpa pengawasan sebelum jam istirahat dimulai.

Agar sekolah tetap menjadi ruang yang aman, diperlukan langkah preventif yang lebih dari sekadar sosialisasi.

Baca juga: Kronologi Perundungan di SDN 3 Kubangjati Brebes, 6 Pelaku Tutup Ruang Kelas saat Jam Istirahat

Berikut adalah tips mencegah perundungan efektif bagi pihak sekolah dan orang tua , terutama di jam-jam rawan:

1. Menerapkan Protokol "Handover" yang Ketat

Jangan biarkan kelas kosong tanpa pengawasan sedetik pun. Sekolah perlu menerapkan sistem pergantian guru atau pengawasan piket yang memastikan ada orang dewasa di koridor atau di dalam kelas saat jam istirahat.

Guru Piket Aktif: Guru yang bertugas piket tidak hanya duduk di kantor, tetapi berkeliling ke area-area "buta" seperti pojok kelas, belakang kantin, atau toilet.

2. Pemberdayaan "Peer Ambassador" (Duta Persahabatan)

Perundungan sering berhenti jika teman sebaya berani bersuara. Alih-alih hanya mengandalkan guru, sekolah bisa membentuk tim duta persahabatan dari kalangan siswa sendiri.

Tugasnya: Melaporkan segera jika melihat ada teman yang mengunci pintu kelas atau melakukan tindakan intimidasi, tanpa harus merasa menjadi "tukang adu" karena mereka menjalankan tugas resmi sekolah.

3. Optimasi Desain Ruang Kelas yang Aman

Kejadian di Brebes menunjukkan betapa bahayanya jika pintu kelas bisa dikunci dari dalam oleh siswa untuk melakukan aksi kekerasan.

Visibilitas Tinggi: Pastikan jendela kelas tidak tertutup gorden gelap saat jam sekolah dan pintu memiliki bagian kaca yang memungkinkan orang dari luar melihat aktivitas di dalam.

Larangan Mengunci Pintu: Buat aturan tegas bahwa pintu kelas tidak boleh dikunci dari dalam kecuali dalam keadaan darurat atau di bawah pengawasan guru.

4. Membangun Saluran Laporan Anonim (Kotak Suara/Digital)

Banyak korban perundungan, seperti kasus AN di Brebes, merasa takut melapor karena ancaman pelaku. Sekolah harus menyediakan kanal laporan yang menjamin kerahasiaan identitas.

Media: Bisa berupa kotak saran fisik atau nomor pengaduan berbasis WhatsApp yang dikelola oleh tim bimbingan konseling (BK).

5. Sosialisasi Literasi Emosi di Kurikulum

Perundungan sering kali berakar dari ketidakmampuan anak mengelola emosi atau dendam. Siswa perlu diajarkan cara menyelesaikan konflik tanpa kekerasan.

Resolusi Konflik: Mengajarkan siswa bahwa berbeda pendapat atau menolak ajakan teman (seperti menolak membatalkan puasa) adalah hak pribadi yang harus dihormati, bukan alasan untuk mendendam.

6. Sinergi Intensif dengan Wali Murid

Pihak sekolah dan orang tua harus memiliki frekuensi yang sama. Jika anak menunjukkan gejala trauma—seperti demam tanpa sebab, memar, atau takut berangkat sekolah—orang tua harus segera berkoordinasi dengan wali kelas.

Deteksi Dini: Perubahan perilaku anak sekecil apa pun adalah sinyal yang tidak boleh diabaikan.

Baca juga: Penyebab Perundungan Siswa SD di Brebes, Diduga Dipicu Dendam Karena Korban Menolak Batalkan Puasa

Perundungan di sekolah adalah tanggung jawab kolektif.

Dengan menutup "celah waktu" di jam istirahat dan membangun mentalitas peduli di antara siswa, kita bisa memastikan tidak ada lagi anak yang merasa terancam di tempat mereka seharusnya belajar dan bertumbuh. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved