UIN SAIZU Purwokerto
Membumikan Ekoteologi dalam Otonomi Daerah
Prof. Hariyanto soroti krisis ekologi dalam otonomi daerah, dorong ekoteologi jadi fondasi etika pembangunan berkelanjutan.
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
Jalan Daerah
Otonomi daerah seharusnya membuka peluang lahirnya model pembangunan yang lebih berakar, lebih kontekstual, dan lebih berkelanjutan. Namun peluang itu hanya akan terwujud jika daerah berani keluar dari paradigma pembangunan yang eksploitatif.
Ekoteologi memberi arah: bahwa pembangunan harus berpijak pada kesadaran bahwa manusia bukan pemilik bumi, melainkan bagian darinya. Ia menuntut perubahan cara pandang dari mengejar pertumbuhan menjadi menjaga keberlanjutan, dari menguasai menjadi merawat.
Pada akhirnya, membumikan ekoteologi dalam penyelenggaraan otonomi daerah adalah ikhtiar menanamkan kembali tanggung jawab moral dalam kebijakan publik. Bukan sekadar soal regulasi, tetapi soal kesadaran. Bukan hanya soal kewenangan, tetapi soal batas.
Dan mungkin, di tengah ambisi pembangunan daerah, kita perlu bertanya kembali dengan jujur: apakah yang kita bangun hari ini masih menyisakan ruang bagi bumi untuk tetap hidup esok hari? (*)
| Dorong Green Campus, Rektor UIN Saizu Tegaskan Merawat Bumi Bagian dari Ibadah |
|
|---|
| UIN Saizu Gelar Seminar Ekoteologi, Soroti Lingkungan & Kearifan Lokal |
|
|---|
| Panitia Nasional PMB-PTKIN Gelar Sosialisasi UM-PTKIN 2026 |
|
|---|
| Guest Lecture Internasional UIN Saizu Kupas Teknik Wawancara Jurnalistik Global |
|
|---|
| Pendaftaran UM-PTKIN 2026 Resmi Dibuka: Cek Jadwal, Skema Seleksi, dan Strategi Lolos PTKIN |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260421_OPINI_SAIZU.jpg)