Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Membumikan Ekoteologi dalam Otonomi Daerah

Prof. Hariyanto soroti krisis ekologi dalam otonomi daerah, dorong ekoteologi jadi fondasi etika pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Prof Dr Hariyanto SHI MHum, Guru Besar Hukum Pemerintahan Daerah UIN Profesor Kiai Saifuddin Zuhri Purwokerto 

Jalan Daerah

Otonomi daerah seharusnya membuka peluang lahirnya model pembangunan yang lebih berakar, lebih kontekstual, dan lebih berkelanjutan. Namun peluang itu hanya akan terwujud jika daerah berani keluar dari paradigma pembangunan yang eksploitatif.

Ekoteologi memberi arah: bahwa pembangunan harus berpijak pada kesadaran bahwa manusia bukan pemilik bumi, melainkan bagian darinya. Ia menuntut perubahan cara pandang dari mengejar pertumbuhan menjadi menjaga keberlanjutan, dari menguasai menjadi merawat.

Pada akhirnya, membumikan ekoteologi dalam penyelenggaraan otonomi daerah adalah ikhtiar menanamkan kembali tanggung jawab moral dalam kebijakan publik. Bukan sekadar soal regulasi, tetapi soal kesadaran. Bukan hanya soal kewenangan, tetapi soal batas.

Dan mungkin, di tengah ambisi pembangunan daerah, kita perlu bertanya kembali dengan jujur: apakah yang kita bangun hari ini masih menyisakan ruang bagi bumi untuk tetap hidup esok hari? (*)

Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved