Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Rektor UIN Saizu Purwokerto: PPG Jadi Titik Balik Transformasi Pendidikan Digital

Rektor UIN Saizu Purwokerto tegaskan pengukuhan PPG jadi momentum transformasi guru profesional di era digital.

Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Rektor UIN Saizu Purwokerto tegaskan pengukuhan PPG jadi momentum transformasi guru profesional di era digital. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Rektor UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Ridwan menyampaikan amanat penting dalam acara Pengukuhan Guru Profesional Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Transformasi Batch 4 Tahun 2025 di Auditorium Utama Kampus, Minggu (26/4/2026).

Acara yang diselenggarakan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Saizu ini dihadiri narasumber nasional

Sebanyak 1.686 peserta PPG mengikuti secara luring maupun daring melalui Zoom Meeting.

Dalam kesempatan tersebut, hadir narasumber seminar, Prof. Iswandi Syahputra, yang memberikan penguatan terkait transformasi pendidikan nasional.

Selain itu, hadir pula Wakil Rektor I Prof. Suwito, Wakil Rektor II Prof. Sulkhan Chakim, Wakil Rektor III Prof. Sunhaji, Kepala Biro AUPK Nughara Stiawan, serta pimpinan FTIK.

Kehadiran para pimpinan ini menunjukkan komitmen kuat institusi dalam mendukung peningkatan kualitas guru melalui program PPG.

Rektor UIN Saizu menegaskan, pengukuhan ini bukan sekadar seremoni administratif, tetapi merupakan tonggak penting dalam perjalanan karier para guru.

“Ini adalah momen bersejarah yang mungkin hanya terjadi sekali dalam hidup. Momentum ini tidak hanya mengubah gelar, tetapi juga mengubah nasib dan masa depan pengabdian Bapak dan Ibu sebagai pendidik,” ujar Prof. Ridwan saat memberikan amanatnya.

Pihaknya menyampaikan selamat dan apresiasi kepada seluruh peserta PPG yang telah berhasil menyelesaikan proses pendidikan hingga memperoleh predikat guru profesional.

Menurutnya, pencapaian ini tidak mudah diraih karena membutuhkan perjuangan panjang, dedikasi, serta komitmen tinggi terhadap profesi.

“Tidak semua guru bisa sampai pada titik ini. Ini adalah bentuk rekognisi terhadap profesionalisme guru yang telah melalui proses panjang,” katanya. Dia berharap capaian tersebut mampu memberikan dampak nyata dalam peningkatan mutu pendidikan serta kualitas pembelajaran di sekolah masing-masing.

Salah satu poin krusial yang disampaikan Rektor adalah pentingnya perubahan paradigma dalam proses pembelajaran.

Ia menegaskan bahwa guru profesional harus meninggalkan pendekatan lama yang berpusat pada guru (teacher-centered) dan beralih ke pendekatan yang berpusat pada siswa (student-centered learning).

Menurutnya, perubahan ini bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak di tengah perkembangan zaman.

“Cara mengajar harus berubah seiring dengan perubahan status Bapak dan Ibu sebagai guru profesional. Pembelajaran harus bertumpu pada siswa,” tegasnya.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved