Rabu, 13 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

FTIK UIN Saizu Gelar FGD Kurikulum OBE PPG, Perkuat Mutu Pendidikan Berbasis Capaian Pembelajaran

UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto gelar FGD kurikulum OBE PPG untuk perkuat mutu pendidikan berbasis capaian pembelajaran.

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto gelar FGD kurikulum OBE PPG untuk perkuat mutu pendidikan berbasis capaian pembelajaran. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO- Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Penyusunan Dokumen Pembelajaran Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Kegiatan berlangsung di Meeting Room K.H.A. Wahid Hasyim FTIK UIN Saizu mulai pukul 08.30 WIB.

Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis FTIK dalam memperkuat pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran (learning outcomes) yang selaras dengan regulasi terbaru dan kebutuhan dunia kerja.

FGD menghadirkan dua narasumber ahli di bidang kurikulum dan penjaminan mutu pendidikan, yakni Dr. Rosidah Aliim Hidayat dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa dan Prof. Muslimin Ibrahim.

FGD diikuti oleh para pengelola Program Studi PPG dan tim penyusun kurikulum yang terlibat aktif dalam pengembangan dokumen pembelajaran.

Diskusi difokuskan pada penyelarasan profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), hingga strategi pembelajaran dan asesmen berbasis prinsip Outcome-Based Education (OBE).

Melalui forum tersebut, FTIK UIN Saizu berupaya memastikan seluruh komponen pembelajaran memiliki kesinambungan yang mendukung tercapainya kompetensi lulusan secara optimal.

Dalam pemaparan materi, para narasumber menekankan pentingnya perubahan paradigma pendidikan dari teacher-centered learning menuju student-centered learning.

Pendekatan OBE menempatkan mahasiswa sebagai pusat pembelajaran dengan orientasi utama pada kemampuan nyata lulusan, bukan sekadar materi yang diajarkan di ruang kelas.

Konsep tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan dunia industri dan dunia kerja (DUDI) yang saat ini lebih menekankan kompetensi praktis dibanding capaian akademik semata.

Dekan FTIK UIN Saizu Purwokerto, Prof. Fauzi menegaskan, penguatan kurikulum berbasis OBE merupakan bagian dari transformasi pendidikan tinggi yang harus dijalankan secara serius dan berkelanjutan.

“Kurikulum OBE bukan sekadar perubahan dokumen, tetapi perubahan paradigma dalam proses pendidikan. Kita tidak lagi bertanya apa yang diajarkan dosen, tetapi apa yang benar-benar mampu dilakukan oleh mahasiswa setelah lulus. Inilah esensi dari pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan zaman,” tegasnya.

Menurutnya, penerapan kurikulum OBE menjadi salah satu langkah penting dalam mencetak calon guru profesional yang siap menghadapi tantangan pendidikan modern.

Dr. Rosidah Aliim Hidayat dalam pemaparannya menjelaskan bahwa implementasi OBE harus dimulai dari perumusan capaian pembelajaran yang jelas, terukur, dan selaras dengan seluruh komponen pembelajaran.

“Dalam OBE, kunci utamanya adalah alignment. Mulai dari PLO, CLO, hingga LLO harus berada dalam satu garis yang sama dengan metode pembelajaran dan asesmen. Jika tidak selaras, maka capaian pembelajaran tidak akan optimal,” jelasnya.

Dia juga menekankan bahwa pembelajaran berbasis OBE menuntut proses yang fleksibel, namun tetap terarah pada capaian pembelajaran yang telah ditetapkan sejak awal.

Sementara itu, Prof. Muslimin Ibrahim menyoroti pentingnya orientasi kurikulum yang berfokus pada kompetensi nyata lulusan sesuai kebutuhan dunia kerja.

“Selama ini kita terlalu fokus pada apa yang dipelajari mahasiswa, bukan pada apa yang bisa mereka lakukan setelah lulus. Padahal, dunia kerja membutuhkan lulusan yang kompeten. Di sinilah pentingnya CPL sebagai outcome yang terukur,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa penyusunan CPL harus memenuhi unsur yang jelas, mulai dari subjek, kata kerja operasional yang terukur, objek kompetensi, konteks, hingga standar keberhasilan.

Melalui FGD tersebut, FTIK UIN Saizu berharap mampu menghasilkan dokumen pembelajaran kurikulum OBE yang komprehensif, selaras, dan implementatif.

Dokumen tersebut mencakup penyusunan CPL, CPMK, strategi pembelajaran, hingga sistem asesmen yang mendukung ketercapaian learning outcomes secara maksimal. 

Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen FTIK UIN Saizu dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi.

Khususnya dalam mencetak calon guru profesional yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi praktis, reflektif, dan berdaya saing di era global. (***)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved