Pendidikan
Canggih! Robot Kecoak Undip Mampu Kirim Data Korban Bencana dari Balik Reruntuhan
Inovasi roach-detect ini dirancang untuk membantu proses pencarian dan penyelamatan korban di lokasi bencana yang sulit dijangkau manusia.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tim Cyborg Insect Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) mendemonstrasikan inovasi teknologi berupa robot berbentuk kecoak dalam rangka memenuhi undangan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Tim Cyborg Insect UNDIP diundang BNPB karena inovasi yang berhasil meraih Gold Award dan Spesial Award di Malaysia Technology Expo (MTE).
Inovasi roach-detect ini dirancang untuk membantu proses pencarian dan penyelamatan korban di lokasi bencana yang sulit dijangkau manusia.
Baca juga: Bisa Lacak Korban Bencaana, Kecoa Robot Mahasiswa Undip Semarang Sabet Medali Emas di Malaysia
Robot kecoak (Cyborg Insect) merupakan hasil riset multidisiplin yang melibatkan bidang teknik, robotika, dan kecerdasan buatan dari mahasiswa Fakultas Teknik Undip jurusan Teknik Mesin dan Teknik Elektro.
Dengan ukuran yang kecil dan kemampuan bergerak di ruang sempit, robot ini mampu masuk ke celah reruntuhan bangunan untuk mendeteksi keberadaan korban serta mengirimkan data secara real-time kepada tim penyelamat.
Dalam peragaan tersebut, Inovator Undip, Mochammad Ariyanto mendemonstrasikan kemampuan robot kecoak dalam menavigasi area simulasi bencana, termasuk melewati rintangan sempit, medan tidak rata, dan kondisi minim cahaya.
Robot dilengkapi sensor, kamera mikro, serta sistem komunikasi yang memungkinkan pengiriman gambar dan informasi kondisi lapangan secara langsung.
Ariyanto menyelesaikan gelar Ph.D.-nya di the University of Osaka pada tahun 2024 dan hingga saat ini sebagai dosen tamu (visiting academic staff) di the University of Osaka, Japan.
Rektor Undip Suharnomo menyampaikan bahwa pengembangan robot ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) menemukan survivor.
Teknologi ini diharapkan dapat menjadi solusi inovatif dalam penanganan bencana di Indonesia yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap gempa bumi, longsor, dan bencana lainnya.
Kepala BNPB, Letjend TNI Dr. Suharyanto memberikan apresiasi dan menyambut baik inovasi tersebut dan membuka peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah yang sangat penting memperkuat kekuatan nasional dalam mitigasi dan penanggulangan bencana.
Ke depan, Undip berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi robot kecoak yang adaptif dan aplikatif untuk memperluas peluang kerja sama dengan berbagai pihak guna mendukung keselamatan dan membantu korban bencana.
Tentang teknologi Roach-Detect
Inovasi ini lahir dari realitas di lapangan: saat terjadi bencana, banyak korban terjebak di celah sempit reruntuhan yang tidak dapat dijangkau manusia, robot konvensional, bahkan anjing SAR sekalipun.
Dalam kondisi tersebut, waktu menjadi faktor krusial, mengingat standar internasional INSARAG menetapkan golden time 72 jam untuk menemukan korban hidup.
| Platform Digital Dinilai Perlu Diatur Lewat Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Sipil |
|
|---|
| Respons Udinus Menyikapi Wacana MBG Masuk Kampus |
|
|---|
| Kisah Dokter Mega Jadi Lulusan Terbaik PPDS Undip, Raih IPK Sempurna |
|
|---|
| Perdana, Universitas Harkat Negeri Tegal Gelar Wisuda 838 Sarjana dan Ahli Madya |
|
|---|
| Penelitian dan Inovasi akan Menentukan Pertumbuha Ekonomi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260508_ROBOT-KECOAK2.jpg)