Pendidikan
Angka Karir Missmatch di Indonesia Masih Tinggi, Ini Tips Memilih Program Studi Perguruan Tinggi
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan akselerasi transformasi digital, proses memilih pendidikan tinggi kini menjadi semakin kompleks.
Penulis: Val | Editor: rival al manaf
“Kami melihat bahwa pendidikan harus mulai memberikan dampak sejak
mahasiswa masih kuliah.
Melalui pendekatan digital transformation, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk pekerjaan yang ada hari ini, tetapi juga untuk menghadapi pekerjaan yang
bahkan belum ada saat ini,” tambahnya.
Dari sudut pandang psikologis, Gary Collins Brata Winardy M.Psi., Psikolog, Psikolog dan Faculty Member Binus University, menjelaskan bahwa tekanan dalam menentukan pendidikan saat ini semakin dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan perubahan sosial.
“Kekhawatiran akan masa depan adalah hal yang wajar. Orang tua dan anak mengalami kekhawatiran dan ketakutan salah memilih jurusan.
Apalagi saat perkembangan teknologi membawa ketakutan bahwa jurusan yang saat ini dipilih tidak lagi relevan di kemudian hari,”
jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi ini sering memicu keraguan dalam mengambil keputusan.
“Ketika seseorang tidak memiliki gambaran yang jelas tentang masa depan, mereka
cenderung overthinking dan ragu dalam menentukan pilihan.
Karena itu, pendidikan yang
mampu memberikan arah, pengalaman nyata, dan exposure terhadap dunia kerja akan sangat
membantu mengurangi kecemasan tersebut,” imbuhnya. (*)
| Canggih! Robot Kecoak Undip Mampu Kirim Data Korban Bencana dari Balik Reruntuhan |
|
|---|
| Platform Digital Dinilai Perlu Diatur Lewat Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Sipil |
|
|---|
| Respons Udinus Menyikapi Wacana MBG Masuk Kampus |
|
|---|
| Kisah Dokter Mega Jadi Lulusan Terbaik PPDS Undip, Raih IPK Sempurna |
|
|---|
| Perdana, Universitas Harkat Negeri Tegal Gelar Wisuda 838 Sarjana dan Ahli Madya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Direktur-Kampus-Binus-University.jpg)