Kamis, 14 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Mahasiswa KPI UIN Saizu Raih Duta Pembicara Muda Indonesia 2026

Septi Rahmadani, mahasiswa KPI UIN Saizu, raih gelar Duta Pembicara Muda Indonesia 2026 dan siap inspirasi generasi muda.

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Septi Rahmadani, mahasiswa KPI UIN Saizu, raih gelar Duta Pembicara Muda Indonesia 2026 dan siap inspirasi generasi muda. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO-Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Septi Rahmadani, berhasil meraih gelar Duta Pembicara Muda Indonesia 2026 dalam ajang nasional yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Kompetisi tersebut diselenggarakan secara daring oleh PT Duta Pembicara Muda Indonesia dengan rangkaian seleksi yang berlangsung sejak Februari hingga Mei 2026.

Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Sivitas Akademika UIN Saizu Purwokerto, khususnya Program Studi KPI, karena mampu menunjukkan kualitas mahasiswa dalam bidang komunikasi dan public speaking di tingkat nasional.

Ajang Duta Pembicara Muda Indonesia 2026 dimulai dengan tahap pendaftaran pada 16 Februari 2026.

Setelah itu, peserta mengikuti serangkaian seleksi yang meliputi tes wawancara, tes tertulis, hingga tes pidato atau public speaking pada 5–8 April 2026.

Panitia kemudian mengumumkan hasil seleksi pada 10 April 2026. Sementara itu, acara rewarding atau penganugerahan digelar pada 1 Mei 2026 di Jakarta.

Septi mengaku bersyukur atas capaian yang berhasil diraihnya setelah melalui proses kompetisi yang cukup panjang dan penuh tantangan.

“Saya merasa sangat bersyukur, bangga, dan terharu karena perjuangan serta proses panjang yang saya jalani akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan,” ungkap Septi.

Septi menjelaskan bahwa motivasinya mengikuti kompetisi tersebut tidak hanya untuk mengejar prestasi, tetapi juga mengembangkan kemampuan public speaking dan memperluas pengalaman.

Menurutnya, kemampuan berbicara di depan publik menjadi keterampilan penting bagi generasi muda untuk menyampaikan ide, membangun rasa percaya diri, serta menjadi pribadi yang aktif dan berpengaruh di lingkungan sosial maupun profesional.

Ia juga ingin menjadi sosok anak muda yang mampu memberikan inspirasi serta dampak positif bagi masyarakat melalui kemampuan komunikasi yang dimilikinya.

Dalam proses seleksi, Septi mengaku menghadapi berbagai tantangan, terutama pada tahap wawancara dan tes public speaking. 

Pada tahap tersebut, peserta dituntut mampu menunjukkan kemampuan komunikasi, wawasan, serta rekam jejak yang dimiliki di hadapan dewan juri.

Untuk menghadapi tantangan itu, Septi terus melatih kemampuan berbicara di depan umum, memperbanyak pengalaman public speaking, serta memperluas wawasan di bidang komunikasi.

Selain itu, ia juga berusaha membangun mental dan rasa percaya diri agar dapat tampil maksimal selama seluruh tahapan seleksi berlangsung.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved