Jumat, 15 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Hadirkan Dewan Pengawas BLU, UIN Saizu Perkuat Tata Kelola Keuangan dan Optimalisasi Layanan Kampus

UIN Saizu perkuat tata kelola BLU dan optimalisasi layanan kampus bersama Dewan Pengawas BLU.

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
UIN Saizu perkuat tata kelola BLU dan optimalisasi layanan kampus bersama Dewan Pengawas BLU. 

Ketua Dewan Pengawas BLU UIN Saizu Purwokerto, Dr. Fesal Musaad, dalam paparannya menjelaskan bahwa pengelolaan BLU memiliki landasan hukum yang kuat, mulai dari Undang-Undang Perbendaharaan Negara, Peraturan Pemerintah tentang Pengelolaan Keuangan BLU, hingga Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2021 tentang Pusat Pengembangan Bisnis Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri Badan Layanan Umum.

Dia menegaskan bahwa BLU merupakan instansi pemerintah yang dibentuk untuk memberikan layanan kepada masyarakat tanpa mengutamakan keuntungan, namun tetap menerapkan prinsip efisiensi dan produktivitas layaknya korporasi modern.

“Pengelola BLU harus kreatif, inovatif, dan memiliki jiwa entrepreneur. Namun orientasi BLU bukan mencari keuntungan, melainkan keberlanjutan layanan dan peningkatan kualitas akademik,” jelasnya.

Dr. Fesal juga menyoroti pentingnya pengembangan unit bisnis kampus untuk memperkuat kemandirian institusi.

Menurutnya, potensi pendapatan BLU tidak hanya berasal dari biaya pendidikan, tetapi juga dapat dikembangkan melalui pusat bahasa, pelatihan, koperasi, rumah sakit, layanan sewa gedung, hotel, hingga unit bisnis lainnya sesuai karakteristik kampus.

Sementara itu, anggota Dewan Pengawas BLU dari Kementerian Keuangan, Kresnadi Prabowo Mukti, menekankan pentingnya perencanaan bisnis berbasis data dan monitoring berkala dalam pengembangan BLU.

Ia menyebut optimalisasi aset kampus menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan pendapatan universitas di luar sektor akademik.

“Kami dari Dewan Pengawas akan terus melakukan monitoring dan memberikan fasilitasi agar pengembangan BLU berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan praktik bisnis yang sehat,” katanya.

Kresnadi juga mendorong UIN Saizu menyusun timeline pengembangan bisnis yang jelas dan terukur agar setiap program dapat dievaluasi secara efektif.

Dari unsur profesional, Ulil Archam menyoroti pentingnya komunikasi aktif antara pengelola BLU dan Dewan Pengawas.

Menurutnya, laporan perkembangan BLU yang disampaikan secara berkala akan membantu Dewan Pengawas memahami kondisi riil institusi sehingga dapat memberikan arahan yang tepat dan solutif.

Ia juga menekankan pentingnya tindak lanjut cepat terhadap hasil audit dan evaluasi agar perbaikan tata kelola dapat segera dilakukan.

Diskusi dalam FGD berlangsung dinamis dengan berbagai masukan terkait pengembangan pusat bisnis kampus, kebutuhan SDM profesional, hingga optimalisasi layanan dan aset universitas. 

Melalui forum ini, UIN Saizu menunjukkan komitmen kuat untuk terus memperbaiki tata kelola keuangan, meningkatkan kualitas layanan publik, serta membangun kemandirian institusi melalui pengelolaan BLU yang sehat dan inovatif.

Sinergi antara pimpinan universitas, pengelola BLU, dan Dewan Pengawas diharapkan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan perguruan tinggi BLU yang akuntabel, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

Dengan penguatan tata kelola serta pengawasan yang optimal, UIN Saizu Purwokerto optimistis mampu berkembang menjadi perguruan tinggi keagamaan negeri unggul yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. (***)

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved