Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Universitas Harkat Negeri

Kolaborasi Global: Harkat Negeri dan Harvard Medical School Dorong Sistem Kesehatan Primer

Primary Healthcare Impact Lab (PHIL), sebuah platform kolaborasi dan inovasi untuk penguatan layanan primary health care (PHC) di Indonesia

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
Istimewa
Primary Healthcare Impact Lab (PHIL), sebuah platform kolaborasi dan inovasi untuk penguatan layanan primary health care (PHC) di Indonesia 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Primary Healthcare Impact Lab (PHIL), sebuah platform kolaborasi dan inovasi untuk penguatan layanan primary health care (PHC) di Indonesia, resmi diluncurkan di Auditorium Swasana Gedung BRIN, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Peluncuran ini menandai lahirnya kemitraan strategis lintas sektor yang mempertemukan dunia akademik, masyarakat sipil, sektor swasta, dan jejaring global kesehatan untuk mendorong transformasi sistem kesehatan primer di Indonesia. 

PHIL merupakan kolaborasi antara Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), Universitas Harkat Negeri (UHN), Harvard Medical School (HMS), dan PT Tamaris Hidro.

Inisiatif ini dikembangkan sebagai “living laboratory” yang menghubungkan riset, implementasi lapangan, pengembangan kepemimpinan, dan inovasi kebijakan kesehatan berbasis komunitas. 

Peluncuran PHIL dihadiri oleh Dean for Medical Education Harvard Medical School David Golan, Rektor Universitas Harkat Negeri Sudirman Said, Founder dan CEO CISDI Diah S. Saminarsih, serta Presiden Direktur PT Tamaris Hidro Mohammad Syahrial.

Kehadiran para tokoh lintas sektor tersebut mempertegas pentingnya kolaborasi global dan regional dalam membangun sistem kesehatan primer yang lebih tangguh, inklusif, dan berorientasi pada masyarakat. 

20260518_phill2
Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, menyampaikan bahwa PHIL diharapkan menjadi ruang kolaboratif untuk mempertemukan pengetahuan global dengan kebutuhan riil masyarakat Indonesia.

Dalam kuliah umumnya di Auditorium Swasana BRIN, David Golan menekankan bahwa dunia saat ini berada pada “critical moment in history” dalam upaya memperkuat Universal Health Coverage dan primary health care.

Ia menyampaikan bahwa kombinasi antara teknologi, kecerdasan buatan (AI), serta kolaborasi global dan regional dapat menjadi jalan untuk melompati berbagai hambatan sistemik dalam pelayanan kesehatan.

Namun, menurutnya, waktu menjadi faktor yang sangat menentukan.

David Golan juga menyoroti peran universitas sebagai pusat inovasi dan knowledge hubs dalam pengembangan layanan kesehatan masyarakat.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menjadi institusi pendidikan, melainkan harus hadir sebagai penggerak riset berbasis komunitas, pengembangan teknologi kesehatan, pusat pengaruh kebijakan berbasis data, sekaligus jangkar kolaborasi global untuk menciptakan sistem pelayanan kesehatan yang lebih people-centered.

Dalam paparannya, ia turut mengulas perkembangan gagasan primary health care sejak Deklarasi Alma Ata tahun 1978 hingga Deklarasi Astana tahun 2018.

Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan primer harus dipahami sebagai hak dasar manusia yang memerlukan keterlibatan lintas sektor, penguatan komunitas, serta sinergi antara pemerintah, dunia akademik, masyarakat sipil, dan sektor bisnis.

Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, menyampaikan bahwa PHIL diharapkan menjadi ruang kolaboratif untuk mempertemukan pengetahuan global dengan kebutuhan riil masyarakat Indonesia.

Menurutnya, penguatan primary health care tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan membutuhkan pendekatan multidisiplin dan kemitraan jangka panjang.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved