Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Universitas Semarang

Mahasiswa Ilkom USM Gelar Kampanye Strategis Bullying Bukan Bercanda

mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi USM menginisiasi kampanye sosial bertajuk “Bullying Bukan Bercanda”

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Foto bersama Mahasiswa Ilkom Universitas Semarang pasca Kampanye Strategis Bullying Bukan Bercanda 

Dalam sesi interaktif, Rei Hapsari memberikan pertanyaan reflektif mengenai perubahan fisik alami pada fase tumbuh kembang anak laki-laki untuk menanamkan pemahaman bahwa perbedaan fisik bukanlah bahan ejekan.

Dalam pemaparan materi yang disampaikan juga oleh Agave Gaza Priadmaja, dijelaskan bahwa setiap bentuk interaksi sosial, baik melalui perkataan, candaan, maupun komentar terhadap penampilan fisik dan karakter seseorang, dapat memberikan pengaruh besar terhadap kondisi psikologis remaja.

Ucapan yang kerap dianggap sebagai gurauan sederhana, seperti ejekan mengenai bentuk tubuh, warna kulit, cara berpakaian, hingga ekspresi diri seseorang, berpotensi berkembang menjadi tindakan kekerasan verbal yang berdampak pada menurunnya rasa percaya diri, munculnya tekanan emosional, serta terganggunya kesehatan mental korban.

Dalam pelaksanaannya, kampanye ini memanfaatkan berbagai media komunikasi, seperti poster edukasi, infografis, dan diskusi interaktif, guna menyampaikan pesan secara informatif dan mudah dipahami oleh remaja maupun masyarakat umum.

Pemilihan bahasa yang komunikatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penyampaian pesan serta membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sosial yang lebih suportif.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi berharap kampanye ini dapat menjadi langkah awal dalam menumbuhkan budaya saling menghargai di kalangan remaja.

Bullying tidak lagi dipandang sebagai sekadar candaan, melainkan sebagai tindakan yang dapat menimbulkan dampak psikologis jangka panjang bagi korban.

Melalui edukasi mengenai seks dan gender dasar, remaja diharapkan mampu memahami pentingnya menjaga etika komunikasi, menghormati batasan pribadi, serta mengurangi perilaku merendahkan orang lain berdasarkan fisik maupun identitasnya.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, kampanye sosial ini ditandai dengan penyampaian yel-yel anti perundungan yang diikuti secara antusias oleh seluruh peserta sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang lebih ramah, aman, dan saling menghargai.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat, kemudian dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama pihak SULBI, PKBI, mahasiswa pelaksana, serta dosen pengampu sebagai simbol kolaborasi dalam mendukung edukasi sosial bagi anak-anak.

Melalui pelaksanaan kampanye ini, penyelenggara berharap pesan mengenai pentingnya menghormati perbedaan, menjaga sikap dalam berinteraksi, serta menolak segala bentuk perundungan dapat tertanam sejak usia dini.

Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan ini juga diharapkan mampu membangun kesadaran anak-anak untuk lebih peduli terhadap sesama, sehingga tercipta lingkungan belajar dan pergaulan yang positif, inklusif, serta mendukung tumbuh kembang anak secara sehat baik secara sosial maupun emosional. (***)

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved