UIN Walisongo Semarang
Mita Putri Apriliani dari Tata Boga Papua Barat Jadi Wisudawan Terbaik Moderasi di UIN Walisongo
Perjalanan akademik sering kali tidak berjalan lurus. Ada yang dimulai dari keterbatasan, ada pula yang dibangun
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
“Tidak apa-apa merasa tertinggal. Setiap orang punya prosesnya sendiri. Jangan takut keluar dari zona nyaman, karena justru di situ kita menemukan potensi diri,” pesannya.
Mita berharap UIN Walisongo terus berkembang menjadi kampus yang unggul secara akademik sekaligus mampu mencetak generasi berintegritas, berdaya saing, dan memiliki kepedulian sosial tinggi.
Kisah Mita Putri Apriliani menjadi pengingat bahwa jalan menuju keberhasilan tidak selalu dimulai dari tempat yang ideal. Kadang, keberanian untuk memulai dari nol, bertahan, dan terus belajar justru menjadi fondasi lahirnya pencapaian besar.(***)
| Aisyah, Sarjana Pertama Keluarga Raih Wisudawan Terbaik Lewat Psikologi dan Publikasi |
|
|---|
| Amelia Kenang Perjuangan Kuliah sambil Kerja hingga Jadi Wisudawan Terbaik UIN Walisongo |
|
|---|
| Rektor UIN Walisongo Dorong Internasionalisasi, Beasiswa, Dan Prodi Baru Menuju WCU |
|
|---|
| Wisuda UIN Walisongo Mei 2026 lepas 642 Lulusan dan Apresiasi Karya Tugas Akhir Terbaik. |
|
|---|
| Aid, Kutu Buku Rembang Pencinta anime dan Sejarah Kritisi Mitos dalam Tafsir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260527_uinws089712322.jpg)